Jelang Pelaksanaan PON XX Papua, Pemerintah Targetkan Kasus Covid-19 Terus Turun

ilustrasi, PON XX Papua
ilustrasi, PON XX Papua (net)

KLIKPOSITIF - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite PC-PENmengingatkan Forkompimda Provinsi Papua untuk terus bekerja sama lebih erat lagi guna mendorong penurunan jumlah kasus aktif jelang penyelenggaraan PON XX.

Airlangga mengatakan walaupun terjadi perbaikan level asesmen di Kab. Dogiyai dan Keerom, namun terjadi kenaikan level di Kab. Lanny Jaya (dari level 1 ke 3).

baca juga: Selama 2021 KAI Layani 23 Juta Lebih Pelanggan

"Sesuai arahan Bapak Presiden, saya harus meng-update kondisi terakhir penanganan Covid-19 dan kesiapan PON di Papua , baik dari sisi dukungan Pemerintah Pusat, Provinsi, sampai ke Kabupaten/Kota, terutama 5 Kab/ Kota yang terkait langsung dengan penyelenggaraan PON , yaitu Kab. Jayapura, Kota Jayapura, Kab. Mimika, Kab. Merauke, dan Kab. Keerom sebagai penyangga. Saya titip ke jajaran Forkompimda, supaya tingkat kasus ini bisa diturunkan dalam 1-2 minggu ke depan," jelas Menko Airlangga dilansir dari situs resmi, Senin, 6 September 2021.

Jumlah Kasus Aktif di Provinsi Papua (per 3 Sept 2021) yang masih mencapai 12.378 kasus, atau masih meningkat 6,80% dibandingkan per 9 Agustus lalu. Kondisi ini menjadikan provinsi ini memiliki jumlah kasus aktif terbesar kedua (di luar Jawa Bali) di bawah Provinsi Sumatera Utara yang sebanyak 19.422 kasus.

baca juga: Capai Target EBT, Pemerintah Terbitkan Permen ESDM Tentang PLTS Atap

Meski demikian, secara umum di tingkat nasional terjadi penurunan Kasus Aktif di daerah luar Jawa Bali, yaitu di wilayah Sumatera (-48,41%), Nusa Tenggara (-71,20%), Kalimantan (-60,25%), Maluku- Papua - Papua Barat (-29,26%). Khusus Provinsi Papua , per 3 September 2021, jumlah kasus aktif kumulatif dari tahun lalu adalah 32.568 kasus (share nasional 0,79%), sedangkan kasus aktif seminggu terakhir adalah 12.378 kasus (38%). Kalau untuk persentase kumulatif dari awal pandemi sampai 3 September 2021, tingkat kesembuhan 19.832 kasus (60,9%), dan tingkat kematian 358 kasus (1,10%).

Positivity Rate yang masih cukup tinggi, terutama di Kab. Supiori (60,0%), Mamberamo Tengah (33,3%), sehingga jumlah testing masih harus ditingkatkan. Capaian testing yang cukup tinggi di hanya di Kab. Boven Digoel dan Kota Jayapura yang sudah lebih dari 80%.

baca juga: Selama 2021, Pemerintah Berhasil Pangkas 10,37 Juta Ton Emisi Karbon

Jika dilihat dari Zonasi Risiko, Provinsi Papua termasuk dalam Zonasi Risiko Sedang (Zona Oranye). Terdapat 15 Kab/Kota dengan Risiko Rendah (Zona Hijau), 14 Kab/Kota dengan Risiko Sedang (Zona Oranye). Sementara, BOR Provinsi Papua yaitu 36%, di atas BOR Nasional (22%). Sejumlah Kab/Kota BOR masih berada di atas 50%, terutama di Lanny Jaya dan Mappi (100%), Mimika, Tolikara, Boven Digul, Jayawijaya (>50%).

Untuk capaian vaksinasi, per 2 September 2021, penyuntikan Dosis-1 di Papua sebesar 18,03% (masih di bawah capaian nasional 31,32%).

baca juga: Pakai Pesawat Space X, Terbang dari Ibu Kota Negara Baru ke Amerika Hanya Butuh 2 Jam

"Untuk 5 Kab/Kota yang terkait penyelenggaraan PON , minimal sudah harus 70% Dosis-1 sebelum PON dimulai, dan Dosis-2 akan segera kita kejar. Arahan Bapak Presiden, penonton yang belum vaksin tidak boleh masuk mengikuti PON . Karena itu masyarakat harus siap untuk divaksin segera," jelas Menko Airlangga.

Editor: Ramadhani