Gunakan Transaksi E-Retribusi, Pemko Payakumbuh Teken MoU Dengan Bank Nagari

Pemko Payakumbuh teken MoU bersama Bank Nagari Pusat di Padang
Pemko Payakumbuh teken MoU bersama Bank Nagari Pusat di Padang (Ade Suhendra)
PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF --

Wali Kota Riza Falepi tandatangani MoU Pengembangan Digitalisasi Ekonomi Daerah antara Pemerintah Kota Payakumbuh dengan Bank Nagari di Kantor Pusat Bank Nagari , Padang, Senin 6 September 2021. Selain itu, Pemko Payakumbuh juga meluncurkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) e-Retribusi tempat rekreasi dan olahraga di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, e-Retribusi Pasar di Dinas Koperasi dan UKM, dan e-Retribusi KIR di Dinas Perhubungan.

Wali Kota Riza Falepi mengatakan Pemko Payakumbuh butuh sebuah kejelasan adanya transparansi. Sehingga hal tersebut harus dibenahi dan digunakan secara bersama-sama untuk membangun cinta dan citra di mata masyarakat.

baca juga: Vaksinasi Digelar Oleh Pengurus RT, Camat Payakumbuh Selatan Apresiasi Kepedulian Masyarakat

"Aadanya e-Retribusi ini kita bisa pantau secara realtime keuangan pemerintah daerah dan terima kasih kami sampaikan kepada Bank Nagari sudah membantu Kota Payakumbuh dalam pengembangan digital sehingga mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)," kata Riza didampingi Kepala Bank Nagari Cabang Payakumbuh Oktra Firdaus dan Asisten II Elzadaswarman.

Ia menjelaskan digitalisasi ekonomi ini nantinya akan berimbas kepada meningatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mempercepat laporan keuangan daerah, dan melaksanakan fungsi pengawasan, serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi anggaran daerah. Dicontohkannya, retribusi pasar yang menggunakan karcis sebagai alat bukti pembayaran.

baca juga: Gelar Vaksinasi Gelombang I, Puluhan Warga Ikuti Vaksinasi di Kantor Satpol PP Payakumbuh

"Namun pada saat ini kita dituntut bekerja lebih cepat dan transparan. Program e-Retribusi ini kami nilai lebih pas untuk menjawab tantangan kerja saat ini karena lebih cepat dalam penyampaian laporan keuangan dan sudah terkoneksi langsung dengan kas daerah. Di samping itu,juga bisa lebih meningkatkan pelayanan serta menjawab tantangan dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik," ujarnya dihadapan Kadis Koperasi dan UKM Dahler, Kadisparpora Desmon Corina, dan Kadishub Nofriwandi.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Nagari Sumbar Muhamad Irsyad menambahkan bahwa di era pandemi peningkatan elektronifikasi sangat signifikan. Dengan diterapkannya transaksi digital ini diharapkan Kota Payakumbuh lebih baik dari kota dan kabupaten lain dalam pengelolaan keuangan.

baca juga: Setelah Pemprov NTB, Kini Kabupaten Bener Meriah Aceh Belajar ke Kota Payakumbuh

"Payakumbuh memiliki potensi ekonomi di bidang kuliner Payakumbuh yang terbilang hidup 24 jam dan potensi-potensi lainnya," katanya.

Kepala OJK Provinsi Sumbar Yusri mengatakan perhatian OJK sangat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan OJK selalu mendorong peningkatan digitalisasi di tiap-tiap daerah. Kemudian menurutnya Bank Nagari sudah maju lagi selangkah dengan revolusi pelayanan dan menerapkan berbagai aplikasi.

baca juga: Lakukan Akselerasi Vaksinasi, Wali Kota Riza Falepi Ajak Tokoh Agama, Politisi, dan Tokoh Masyarakat Sukseskan Vaksinasi Sapu Jagat

"OJK Provinsi Sumbar sangat mengapresiasi perkembangan perbankan di Sumatera Barat, khususnya yang telah dilakukan Bank Nagari dengan menerapkan dan melakukan pelayanan menggunakan berbagai aplikasi," ujar Yusri.

Secara terpisah, Kepala BI Perwakilan Sumbar Wahyu Purnama A mengatakan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat sebesar 5,7 persen dengan BI bersama OJK dan LPS Kemenkeu menjaga stabilitas harga. Perkembangan digital sangat bermanfaat pada saat pandemi ini karena mobilitas orang dan kegiatan terhambat yang membuat orang bertransaksi via digital.

"Kami berharap Bank Nagari terus berinovasi dalam percepatan transaksi digital sehingga menjadi salah satu bank terbaik di Indonesia. Sebab dampak MoU hari ini bagi pemerintah daerah adalah meningkatkan PAD, transparansi, dan akuntabilitas," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Khadijah