Internet Positif, Ini Kata Pakar Saat Webinar di Kabupaten Sijunjung

Ilustrasi.
Ilustrasi. (Ist)

SIJUNJUNG , KLIKPOSITIF - Founder and Chief Product Officer Threespeakers, Hilbram Dunar menyebut kunci internet yang positif yaitu membiasakan diri untuk saring dahulu sebelum dibagikan.

"Kecakapan digital, adalah kemampuan mencari, mengidentifiasi, mengevaluasi dan menggunakan informasi yang didapatkan. Pastikan kemampuan bertahan di dunia modern dengan teknologi yang terus berkembang," kata Hilbram saat menjadi narasumber webinar Kemenkominfo di Kabupaten Sijunjung , beberapa waktu lalu.

baca juga: Antisipasi Gangguan Jaringan Telekomunikasi Selama PON XX 2021 di Papua, Ini yang Dilakukan Kemenkominfo

Narasumber lain, Dosen Fakultas Hukum UNPAS, Dedy Mulyana membeberkan resiko penggunaan tanda tangan digital antara lain, resiko keamanan, keabsahan diragukan, dan berpengaruh pada kredibilitas perusahaan dan lembaga.

"Keberadaan tanda tangan elektronik yang tidak bersertifikat meski sepintas terlihat legal, namun ternyata banyak memiliki resiko yang merugikan perusahaan. Itu sebabnya, perusahaan harus benar-benar totalitas dalam menggunakan tanda tangan elektronik bersertifikat," tegasnya.

baca juga: Gelar 13 Titik Vaksinasi di Sijunjung, Andre Rosiade: Gerindra Serius Dukung Vaksinasi Covid-19

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sijunjung , Lili Efita menyebut era digital hadir menggantikan beberapa teknologi masa lalu agar jadi lebih praktis dan modern.

"Tantangan pendidikan karakter di era digital, meliputi keseimbangan, keselamatan dan keamanan, perundungan siber, serta hak cipta dan plagiarisme," katanya.

baca juga: Cara Bijak Memaksimalkan Marketplace Online Selama Pandemi

Hal yang dapat dilakukan komunitas akademik, sambung Lili, antara lain menumbuhkan nilai karakter seperti religius, toleransi, disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, kemandirian, integritas, dan gotong royong.

"Perkembangan anak di era digital, harus ada keseimbangan kegiatan online dan offline. Orangtua dapat membuat kegiatan-kegiatan bebas gawai," paparnya.

baca juga: Tips Aman Bertransaksi Online Dari Pakar

Hal senada disampaikan Kepala SMA Negeri 9 Sijunjung , Syafruddin menjabarkan alasan masyarakat berkomentar positif, dikarenakan menarik, memotivasi, bersifat religi, serta bertaut emosional.

"Cara menanggapi komentar negatif di media sosial, antara lain hindari reaksi marah, tetap tenang, hubungi secara pribadi, serta tidak defensif," pungkasnya.

Webinar diakhiri oleh Direktur PT EkaPutra Berkat, Christian Eka yang menyimpulkan hasil webinar dari ulasan para narasumber. (*)

Editor: Taufik Hidayat