BRIN Harus Jadi Rumah untuk Para Peneliti

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwitasari berharap Badan Riset Inovasi ( BRIN ) ke depan akan mampu menjadi rumah bagi para peneliti dan ilmuwan dalam negeri, sehingga mereka tidak sampai memiliki pikiran keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Karena jika itu terjadi, maka akan menjadi preseden buruk bagi negara kita. Bagaimana diaspora, peneliti itu merasa tidak terayomi di rumahnya sendiri," ujar Ratna saat Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Kepala BRIN di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta.

baca juga: Ekspor Industri Pengolahan Tembus USD 111 Miliar

Ditegaskan Ratna, bahwa pihaknya memiliki harapan yang sangat besar terhadap badan riset inovasi ini. Komisi VII DPR RI mendukung penuh BRIN supaya bisa memberi kontribusi yang lebih besar. Ia meyakini, BRIN merupakan lembaga super power yang di dalamnya juga banyak orang-orang hebat.

"Jangan sampai dengan struktur yang baru dari BRIN ini membuat bapak-bapak dan ibu-ibu yang ada di BRIN ini jadi merasa dikebiri oleh skema-skema yang tidak berpihak pada perkembangan riset dan inovasi yang sesungguhnya," tegasnya.

baca juga: Masih Rendah, Capaian Vaksinasi Lansia Kota Padang Baru Belasan Persen

Politisi Fraksi PKB ini juga berpesan kepada Kepala BRIN dan seluruh jajarannya, bahwa sesungguhnya riset dan inovasi itu merupakan nyawa atau pondasi yang sangat kuat untuk sebuah negara. Sehingga kebijakannya pun harus bisa mengayomi seluruh peneliti dan ilmuwan yang ada di dalamnya.

Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR RI lainnya, Bambang Patijaya mengungkapkan informasi yang beredar di masyarakat, bahwa dinamika yang ada di BRIN ini seolah-olah de-habibiesasi. Dari sana muncul pemikiran bagaimana pemikiran terkini dari sebuah penelitian bisa terangkat, tanpa meninggalkan penelitian yang notabene menjadi warisan masa lalu.

baca juga: Pemko Padang Akan Tutup Lokasi Karantina Rumah Nelayan, Ini Penyebabnya

"Sehingga semuanya menjadi balance atau imbang. Karena saya baca dari sebuah artikel, bapak juga merupakan salah satu produk dari sebuah sistem masa lalu. Jadi saya berharap, bagaimana pemikiran terkini bisa terangkat dan warisan dari masa lalu juga terangkat. Sehingga semuanya happy," pungkasnya.

Editor: Eko Fajri