Penurunan PAD pada Perubahan APBD 2021, Bupati Tanah Datar: Belum Ada Penambahan Objek Pajak dan Retribusi

Rapat paripurna DPRD terkait Ranperda Perubahan APBD 2021
Rapat paripurna DPRD terkait Ranperda Perubahan APBD 2021 (humas DPRD)

TANAHDATAR, KLIKPOSITIF - Bupati Tanah Datar Eka Putra menjawab sebanyak 67 pertanyaan, tanggapan dan pandangan umum dari delapan fraksi DPRD terkait Ranperda Perubahan APBD 2021.

Bupati menjawab sebanyak 67 pertanyaan, tanggapan dan pandangan umum dari delapan fraksi DPRD yakni Fraksi PKS, PPP, Hanura, Demokrat, Nasdem, PAN, Gerindra dan Fraksi Perjuangan Golkar.

baca juga: Akselerasi Pemberian Vaksinasi Covid-19 Perlu Peran Aktif Seluruh Elemen, Wapres: Jika Perlu Jemput Bola

Terkait penurunan pendapatan asli daerah pada Ranperda Perubahan APBD 2021, Bupati Eka Putra menjelaskan bahwa sepanjang 2021 belum terdapat penambahan objek pajak dan retribusi daerah .

"Kemudian, belum pulihnya kondisi perekonomian masyarakat akibat pandemi COVID-19 yang berdampak pada turunnya kemampuan masyarakat dalam membayar pajak ," tutur Eka.

baca juga: PKS: Ketahanan Keluarga, Perlindungan Ibu dan Anak Catatan Besar Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin

Selanjutnya, belum adanya peningkatan penerimaan daerah yang berasal dari pajak penerangan jalan, ditutupnya tempat rekreasi utama pada hari libur nasional dan cuti bersama seperti objek wisata Istano Basa Pagaruyung.

"Turunnya bagian laba atau deviden yang diterima pemda atas penyertaan modal kepada Bank Nagari," tutur Eka.

baca juga: Mulai Minggu Depan, Beli Tiket KA Wajib Gunajan NIK

Kemudian, terkait upaya dan langkah Pemkab Tanah Datar dalam peningkatan PAD ke depan, Bupati menjelaskan pihaknya akan melakukan penyempurnaan regulasi pajak dan retribusi daerah , restrukturisasi kelembagaan perangkat pengelolaan pendapatan daerah .

Kemudian, optimalisasi pemungutan pajak dan retribusi daerah , peningkatan pengawasan pemungutan pajak dan retribusi , peningkatan kualitas SDM pengelola pajak , dan optimalisasi pemanfaatan aset daerah .

baca juga: PPIU Diminta Patuhi Prokes, Pelaksanaan Haji Tergantung Keberhasilan Penyelenggaraan Umrah

Disebutkan, pendapatan daerah pada Perubahan APBD 2021 diperkirakan sebesar Rp1,252 triliun, dimana mengalami penurunan sebesar Rp47,929 miliar (3,69 persen) dari pendapatan APBD induk sebesar Rp1,3 triliun.

Untuk pendapatan asli daerah (PAD) dianggarkan sebesar Rp113,794 miliar menurun sebesar Rp16,774 miliar (12,85 persen) dibanding APBD induk Rp130,569 miliar.

Untuk pendapatan transfer dianggarkan sebesar Rp1,087 triliun menurun sebesar Rp37,492 miliar (3,33 persen), dibandingkan APBD induk sebesar Rp1,124 triliun.

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Eko Fajri