Literasi Digital, Melanie Soebono Hadir Secara Virtual di Lima Puluh Kota

Melanie Soebono.
Melanie Soebono. (net)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF -Aktris sekaligus musisi senior yang juga dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup, Melanie Soebono hadir secara virtual menyapa warga Kabupaten Lima Puluh Kota . Melanie menjadi narasumber Literasi Digital yang diprakarsai Kemenkominfo, beberapa waku lalu.

Dalam paprannya, Melanie menyebut manusia harus pintar dalam memanfaatkan dunia digital. Katanya, terdapat konten positif dan negatif yang ada di media sosial.

baca juga: Angkut Beras Dengan Armada Berteknologi Canggih, ACT Penuhi Kebutuhan Pangan Payakumbuh dan Lima Puluh Kota

"Semua tergantung pada seseorang, ingin mengakses konten negatif maupun positif. Peran orangtua sangat penting untuk mengontrol apa yang sedang diakses oleh anak di media sosial," katanya.

Kata Melanie, beberapa orangtua enggan repot untuk menghadapi teknologi digital. Namun setiap anak, harusnya memanfaatkan media sosial untuk konten yang positif.

baca juga: Niniak Mamak Harus Berperan Dalam Meningkatkan Angka Vaksinasi di Daerah

"Ingat jejak digital tidak bisa hilang selamanya," tegas Melanie.

Pada kesempatan yang sama, Research and Development GK Invest, Deky Suwarna menjabarkan metode transaksi emas, meliputi sistem konvensional dan sistem simpan gadai.

baca juga: Cek Kesiapan COD Pembangkit Listrik EBT, Manajemen PLN Sumbar Kunjungi PLTM Siamang Bunyi

"Cara investasi emas online aman, diantaranya cek legalitas perusahaan penyelenggara pada situs pemerintahan, bertransaksi pada perusahaan resmi yang telah mengantungi izin, serta pahami dahulu mekanisme transaksinya," kata Deky.

Analisis Sumber Sejarah Dinas Pendidikandan Kebudayaan Kota Padang, Ego Vinda Aryanto menjabarkan alasan pentingnya literasi digital.

baca juga: Rumah Belajar Bintang Kurenah Bersiap Menggelar Kurenah Ibuah Festival di Payakumbuh

"Melalui literasi digital, kita bisa nengetahui warisan budaya Indonesia. Misalnya dengan mengakses laman atau situs resmi yang terkait warisan budaya, melalui museum virtual, serta media sosial lembaga atau instasi kebudayaan," katanya.

Dosen UIN Iman Bonjol Padang, Ferdi Ferdian menjelaskan dampak positif dan negatif pada media sosial. Katanya, media sosial dapat membuat seseorang menjadi kecanduan.

"Candu medsos bisa membuat anak melupakan dunia nyata sehingga mengabaikan berbagai hal," terangnya.

Cara bijak bermedia sosial, lanjutnya, tidak oversharing atau membagikan hal pribadi secara belebihan.

"Cukup ikuti akun yang bermanfaat dan tepat, ingat jika jejak digital susah dihapus, serta ingat terdapat UU ITE yang dapat menjerat siapapun jika tidak bijak dalam bermedia sosial," jelasnya.

Webinar diakhiri oleh seorang influencer, Grace Virya Salim yang menyimpulkan hasil webinar oleh para narasumber. (*)

Editor: Taufik Hidayat