Porang, Durian dan Kapulaga Masuk Komoditi Unggulan Pertanian Solsel, Ini Alasannya

Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda menandatangani Nota Persetujuan Bersama Ranperda RPJMD Solsel 2021-2026
Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda menandatangani Nota Persetujuan Bersama Ranperda RPJMD Solsel 2021-2026 (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Tanaman Porang, Durian dan Kapulaga dimasukkan komoditi unggulan pertanian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Solok Selatan ( Solsel ) Tahun 2021-2026 yang telah disetujui DPRD dan masuk dalam tahap evaluasi oleh Gubernur Sumatera Barat.

Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda mengatakan dimasukkannya tiga jenis tanaman tersebut menjadi komoditi unggulan pertanian dalam RPJMD 2021-2026 karena daerah Solok Selatan memiliki potensi luar biasa untuk pengembangannya dan diharapkan dapat mendongkrak ekonomi kerakyatan dari sektor pertanian.

baca juga: Tingkatkan Kualitas Pemilu, Bawaslu Solsel Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

"Mudah-mudahan ini bisa direalisasikan membantu masyarakat petani di sektor tersebut untuk mengangkat perekonomian mereka," kata Zigo Rolanda

Dia menambahkan Porang saat ini masuk program prioritas kementerian pertanian dan sebagai pemerintah daerah juga harus jeli dalam membaca peluang dan potensi yang ada di daerah, sehingga program di daerah disandingkan dengan program nasional tersebut guna mensejahterakan masyarakatnya.

baca juga: Pengurus dan Kader Solid, DPD PAN Target Enam Kursi DPRD Pada Pemilu 2024

Sedangkan Durian katanya, telah terbukti mampu meningkatkan perekonomian masyarakat terlebih sejak dilaksanakan festival durian beberapa waktu yang lalu.

Kemudian imbuhnya Kapulaga selama ini adalah komoditi yang banyak ditanam petani di Kecamatan KPGD.

baca juga: Usai Lantik PAW Anggota DPRD Solsel, Zigo: Setelah Dilantik Harus Rajin Ke Kantor

Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Solsel 2021-2026 Afrizal Chandra mengungkapkan dimasukkannya tiga jenis tanaman tersebut dalam RPJMD berawal dari pembahasan draft RPJMD yang dilakukan pemerintah daerah bersama DPRD

"Pada saat pembahasan Draft RPJMD gagasan tersebut muncul dari stakeholder dan pansus karena ini sebagai pergerakan ekonomi kerakyatan dari sektor pertanian sehingga disinergikan dengan visi misi Bupati," katanya.

baca juga: Afri Nofiardi Dilantik Sebagai PAW Anggota DPRD Solsel

Dia menambahkan telah masuk kedalam RPJMD, kedepannya akan ada kebijakan dari segi anggaran untuk mendukung potensi ketiga tanaman tersebut.

"Ya, karena sudah masuk dalam RPJMD tentunya juga akan didorong dengan anggaran," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi