Jadi Sorotan, Belum Berumur Satu Tahun Masjid Terapung di Carocok Painan Pessel Sudah Rusak

Paripurna Pandangan Akhir Fraksi dan Persetujuan Penandatanganan Bersama Ranperda APBD-P 2021
Paripurna Pandangan Akhir Fraksi dan Persetujuan Penandatanganan Bersama Ranperda APBD-P 2021 (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ) Sumbar soroti pembangunan Masjid Terapung Carocok Painan dan meminta Pemkab panggil kontraktor pertanggungjawabkan kerusakan bangunan yang belum genap 1 tahun.

Pernyataan ini, disampaikan oleh fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pendapat akhir fraksi dan persetujuan terhadap perubahan APBD 2021 yang di gelar dalam paripurna DPRD setempat, Kamis 23 September 2021.

baca juga: Hadiri Gebyar Vaksin Bersama Kapolda Sumbar, Bupati Pessel Tekankan Camat Segera Jadwalkan Vaksin Setiap Hari di Nagari

Fraksi PAN DPRD Pessel menilai, kontrak pelaksana proyek harus memperbaiki bangunan masjid yang rusak, meski kontraknya sudah selesai. Namun, belum genap 1 tahun diresmikan sudah banyak rusak.

Pembangunan masjid yang dibangun pada masa Bupati Hendrajoni itu atapnya sudah banyak yang bocor ketika hujan lebat, hingga listrik mati. Bahkan, parahnya lampu-lampu tamannya sudah banyak yang tidak hidup lagi.

baca juga: Dengan Gotong Royong, Masyarakat Alai Pessel Bangun Masjid Senilai Rp3 Miliar

"Walau masa pemeliharaannya sudah habis, kontraktor pelaksana tersebut tetap harus bertanggung jawab atas kerusakan tersebut, karena masjid tersebut belum berumur satu tahun sejak diresmikan tanggal 5 Februari 2021 lalu," ungkap Ketua Fraksi PAN, Novermal Yuska membaca pandangan akhir.

Untuk diketahui, pembangunan masjid itu menghabiskan anggaran daerah hingga Rp 27,5 miliar.

baca juga: Pemkab Pessel Ancam Honor atau Gaji yang Bersumber dari Dana Nagari Tidak Dibayarkan, Jika Belum Vaksin

Paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD, Aprial Habas yang didampingi Ketua DPRD, Er mizen dan dihadiri Wabup Pessel , Ru di. Pj Sekda, Luhur Budianda, pejabat OPD eselon II dan III dan unsur Forkopimda.

Selain persoalan bangunan masjid yang rusak belum genap 1 tahun, PAN juga menyorot persoalan di internal RSUD M Zein Painan , salah satunya soal ketersediaan obat rumah sakit yang kerap dikeluhkan pasien.

baca juga: Satker Jalan Nasional Tegaskan Siap Bantu Pembangunan Infrastruktur di Pessel

Menurutnya, Pemkab mesti harus menanggapi serius karena menyangkut urusan wajib. Karena hal itu kebutuhan pasien, apalagi untuk penyakit yang dianggap serius guna memberi pelayanan terbaik dan percepatan kesembuhan pasien.

"Kalau memang satu-satunya jalan harus meminjam uang kepada pihak ketiga, segerakan, dan siapkan semua persyaratan administrasi yang disyaratkan pihak ketiga tersebut. Hal ini penting dilakukan," jelasnya.

Selain memastikan terlaksananya pembangunan dengan baik dan tepat waktu dengan mutu pekerjaan yang baik, untuk APBD 2022 PAN meminta Pemkab menyiapkan kegiatan yang memfokuskan untuk penanganan pandemi serta pembangunan di sektor dasar dalam mendukung perekonomian masyarakat.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi