Hanya 0,6 Persen dari Seluruh Pendaftar yang Diterima di STAN, Menkeu: Tidak Cukup Belajar Substansi Keuangan Negara Saja

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (Net)

KLIKPOSITIF - Menteri Keuangan ( Menkeu ) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa para mahasiswa baru Politeknik Keuangan Negara -- Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN ) yang diterima tahun ini adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia.

Menurut Menkeu , jumlah pendaftar yang ingin masuk ke PKN STAN tahun ini sejumlah 44.540 orang, dan yang diterima hanya 270 mahasiswa reguler. Oleh karena itu, Menkeu berpesan agar para mahasiwa baru ini tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar di PKN STAN .

baca juga: Dorong Pertumbuhan Kredit, BI Perpanjang DP 0% Kendaraan Bermotor dan Properti Hingga 2022

"Anda akan belajar mengenai keuangan negara yaitu sebuah instrumen yang luar biasa penting untuk wujudkan dan membangun Indonesia. Mewujudkan cita-cita bangsa kita dan membangun Indonesia menjadi negara, bangsa, dan perekonomian yang maju serta bermartabat, adil dan Makmur," lanjut Menkeu .

Untuk itu, Menkeu berpesan tidak cukup belajar substansi keuangan negara , tapi juga harus belajar menjadi pribadi yang berintegritas agar menjadi pengelola keuangan negara yang dapat dipercaya.

baca juga: Fraksi PKS Dukung ASEAN Ambil Sikap Tegas terhadap Junta Myanmar

"Kalian akan menjadi punggawa, kalian akan menjadi pengawal pengelola keuangan negara . Karena ini adalah menjaga kepentingan negara yang luar biasa maka jadilah seorang punggawa pengelola dan penjaga keuangan negara yang handal. Kalau ingin menjadi manusia yang bisa dipercaya, Anda harus tahu nilai integritas adalah suatu syarat yang tidak bisa dikompromikan," kata Menkeu .

Maka belajar mengenai substansi pengelolaan keuangan negara adalah hal yang wajib bagi mereka, Namun, Menkeu juga berpesan agar mereka juga belajar mengenai pembentukan karakter agar menjadi pribadi yang bisa diandalkan.

baca juga: Presiden Pasang Target 70 Persen Penduduk Sudah Divaksin Pada Akhir 2021

"Negara kita adalah negara yang bhineka. Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau, suku bangsa, dan berbeda agama, namun kita berkomitmen untuk menjadi satu negara kesatuan. Komitmen terhadap kebhinekaan membutuhkan pribadi-pribadi muda seperti kalian yang bisa melihat perbedaan tanpa merasa harus saling terancam atau mengancam," tegas Menkeu .

"Langkah kalian hari ini tidak hanya penting bagi kehidupan Anda, namun juga bagi bangsa Indonesia kedepan. Saya berharap kalian semuanya nanti akan terus menjadi cikal-bakal para pemimpin-pemimpin di Indonesia yang memiliki kompetensi, punya integritas, dan terus memelihara Indonesia yang Bhineka dalam semangat persatuan dan kesatuan untuk memajukan Indonesia menjadi negara yang makin modern, makin bermartabat, makin adil dan Makmur," tutup Menkeu

baca juga: Penamaan Jalan dengan Nama Tokoh Turki, HWN: Tidak dengan Nama Mustafa Kemal Attatur

Editor: Eko Fajri