Wali Kota Riza Falepi dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Tinjau Rencana Pengembangan TPA Regional Payakumbuh

Wali Kota Riza Falepi dan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat meninjau TPA Regional Payakumbuh
Wali Kota Riza Falepi dan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat meninjau TPA Regional Payakumbuh (Ade Suhendra)
PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF --

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah tinjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh yang berlokasi di Kecamatan Payakumbuh Selatan, Senin 13 September 2021. Peninjauan tersebut juga diikuti oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, Bupati Agam Andri Warman, Kepala Balai PPW Wilayah Sumbar, General Manager PLN Wilayah 3, dan Pimpinan OPD terkait.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana melakukan perluasan TPA regional Payakumbuh karena mengingat volume sampah yang masuk terus meningkat. Bahkan dikatakannya mencapai 220 ton sampah per hari dengan rata-rata kenaikan 6% setiap tahunnya.

baca juga: Gubernur Sumbar Khawatir Angka Stunting Meningkat Selama Pandemi Covid-19

"Untuk itu Pemprov Sumbar berupaya melakukan pengembangan wilayah TPA setidaknya seluas 2,7 hektar untuk digunakan 5 hingga 7 tahun ke depan. Nantinya akan dilakukan pengembangan cell landfiill sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh yang menampung sampah tidak hanya dari Payakumbuh, tapi juga dari Limapuluh Kota, Bukittinggi, dan Agam yang mana kondisi TPA sudahover capacity dan hampir 200% dengan ketinggian sampah sudah sampai 30 meter dari idealnya hanya 15 meter," kata Gubernur Sumbar .

Melihat kondisi tersebut, ia mengaku tengah mempersiapkan eksekusi perluasan cell landfill baru guna memenuhi kebutuhan penampungan dan pengolahan sampah. Hal ini dikatakannya telah dibahas dalam dalam rapat pembahasan kondisi TPA Regional Payakumbuh dan upaya penanganan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Minggu 12 September 2021 lalu.

baca juga: Arab Saudi Berencana Bangun Masjid di Payakumbuh, Biayanya Mencapai 290 Miliar

"Langkah cepat yang harus diambil oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten kota untuk menghindari kelongsoran sampah yaitu perluasancell landfill dan memperbaiki maupun menambah membran sementara untuk TPA yang berlokasi di Kelurahan Padang Karambia, Kota Payakumbuh ini. Sehingga dibutuhkan adanya sinergitas antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah provinsi, serta kabupaten/kota dalam menyikapi persoalan ini," ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi menjelaskan urusan sampah adalah hal yang paling vital dan tidak bisa main-main. Sebab menurutnya kalau dibiarkan maka nanti akan muncul masalah berkelanjutan walaupun kewenangan TPA Regional tersebut berada di tangan Pemprov Sumbar, tapi lokasinya berada di wilayah administrasi Pemko Payakumbuh dan manfaatnya dibagi untuk 4 kabupaten/kota di Sumbar.

baca juga: Mahyeldi: Peringatan HBN ke-73 Dimeriahkan Berbagai Kegiatan, Diantarnya Seni Budaya

"Untuk tahap pertama pengembangan TPA ini adalah meminta anggaran ke pusat karena dibutuhkan dana untuk membuat cell landfiill baru karena yang lama sudah penuh dan perlu diselesaikan dengan cepat. Ke depan kita juga perlu mencarikan solusi agar bagaimana TPA untuk jangka panjangnya, tentu harus dicari juga tempat yang representatif dan memadai serta kalau bisa 50 tahun," kata Riza Falepi .

Ia menambahkan bahwa rencana sementara agar disiapkan di Payakumbuh dulu dengan konsentrasi bersama dengan Pemprov Sumbar. Menurutnya untuk lahan pengembangan TPA juga sudah disediakan oleh Pemko Payakumbuh pihaknya siap kapanpun untuk membeli lahan warga jika ada lahannya yang ingin dibebaskan di sekitar TPA.

baca juga: Gubernur Dorong Pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur

"Saat ini mereka kan mereka terdampak dan kalau bisa sekaligus saja dibebaslahankan daripada tanahnya tidak termanfaatkan. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar dapat melakukan pemisahan dan pengolahan kepada sampah organik untuk meningkatkan efektivitas penampungan sampah di TPA," katanya.

Sehingga dikatakannya sampah organik dapat diolah untuk dijadikan pupuk dan sampah plastik bisa diolah menjadi berdaya guna. Sebab ke depannya pihaknya akan berupaya melakukan pengendalian dan pengolahan sampah organik yang lebih ramah lingkungan agar bisa menjadi pupuk.

"Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke saluran drainase karena akan berakibat terhadap tersumbatnya aliran air saat hujan yang akan memicu banjir. Sehingga nantinya kita juga yang akan rugi dan menanggung akibatnya," ujar Wali Kota Payakumbuh .

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Khadijah