Menkeu: Ekonomi Terus Pulih

Menkeu Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani (net)

KLIKPOSITIF - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemulihan ekonomi ditunjukkan dengan membaiknya indikator ekonomi . Aktivitas masyarakat berada dalam tren kenaikan yang ditunjukkan pada google mobility report dari sisi retail and recreation, grocery and pharmacy, maupun secara agregat yang meningkat.

Aktivitas di tempat penjualan ritel menuju level positif dan penjualan kebutuhan sehari-hari masyarakat semakin meningkat. "Ini adalah kemajuan yang memberikan rasa optimisme. Nanti yang kita harapkan akan diterjemahkan dalam kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat," kata Menkeu Sri Mulyani dilansir dari situs resmi, Minggu 26 September 2021.

Dari sisi konsumsi, aktivitasnya berangsur membaik meskipun masih tertahan. Hal ini ditunjukkan melalui retail sales index dan Mandiri spending index yang mengalami kenaikan sebagai indikasi peningkatan konsumsi. Namun tingkat kepercayaan masyarakat untuk kembali melakukan konsumsi masih lebih rendah dari sebelum Covid.

baca juga: Dibuka di Zona Hijau, IHSG Kembali Bergerak Positif

Sisi produksi juga mengalami perbaikan. Aktivitas produksi meningkat guna memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri. Hal ini ditunjukkan dengan PMI manufaktur yang membaik meski masih berada di zona kontraksi, konsumsi semen dan volume impor besi baja yang tumbuh, konsumsi listrik yang meningkat utamanya didorong konsumsi listrik industri, dan pertumbuhan impor bahan baku dan barang modal.

Adanya surplus neraca perdagangan USD4,74 miliar tertinggi dalam sejarah Indonesia turut membuktikan pemulihan perekonomian. Kinerja ekspor terutama didorong melalui peningkatan volume ekspor utama seperti CPO, batubara, dan besi baja. Sementara kinerja impor didorong karena adanya permintaan domestik untuk kebutuhan industri serta konsumsi.

baca juga: Tolak Usulan Pemerintah, Ini Tanggal yang Disetujui Fraksi PDI-Perjuangan Untuk Pemungutan Suara Pemilu 2024

"Ini menggambarkan pemulihan ekonomi yang cukup solid yang kita harapkan akan terus berjalan," pungkas Menkeu.

Editor: Ramadhani