Gelar Standardisasi, MUI: Dai Harus Memiliki Pengetahuan Agama dan Kebangsaan yang Memadai

Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Standardisasi Dai MUI dengan tema \
Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Standardisasi Dai MUI dengan tema \\\\\\\"Paradigma perkhidmatan MUI\\\\\\\", Senin (27/09). (MUI)

KLIKPOSITIF - Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) menggelar Standardisasi Dai MUI dengan tema "Paradigma perkhidmatan MUI ", Senin (27/09).

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Ahmad Zubaidi, mengungkapkan bahwa standardisasi Dai dilakukan dalam rangka melahirkan dai yang berkompetensi dan berkualitas dalam menjalankan amanah dakwah .

baca juga: Dorong Pertumbuhan Kredit, BI Perpanjang DP 0% Kendaraan Bermotor dan Properti Hingga 2022

"Kita ingin melahirkan dai -dai yang memiliki kompetensi yang cukup, baik dari segi penguasaan materi keagamaan, kebangsaan dan mengedepankan dakwah yang santun," ungkapnya.

Pentingnya standardisasi dai ini, menurutnya tidak lepas dari tantangan dakwah yang semakin besar, terutama dengan adanya konten-konten dakwah yang mudah beredar secara luas di media sosial.

baca juga: Fraksi PKS Dukung ASEAN Ambil Sikap Tegas terhadap Junta Myanmar

Apalagi, ditambahkan Ustadz Zubaidi, terbukanya informasi dan kemudahan akses dunia digital menyebabkan banyaknya konten dakwah yang patut dipertanyakan otoritas rujukan keagamaannya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini banyak ditemukan dai yang kerap kali menyampaikan materi dengan mengandung ujaran kebencian, tidak santun, dan menyinggung konflik atas nama agama.

baca juga: Presiden Pasang Target 70 Persen Penduduk Sudah Divaksin Pada Akhir 2021

Merespons kecenderungan itu, MUI berharap, kedepannya setiap dai haruslah menguasai materi dakwah yang bermuatan kebangsaan dan metodologi penyampaian dakwah yang baik.

" Dai harus memiliki kemampuan pengetahuan agama dan kebangsaan yang memadai, mampu mempraktikkan dalam konteks peribadatan, sosial keagamaan dan kebangsaan, serta memiliki akhlak yang mulia (akhlaqul karimah)," ujar dia.

baca juga: Penamaan Jalan dengan Nama Tokoh Turki, HWN: Tidak dengan Nama Mustafa Kemal Attatur

Standardisasi Dai ini merupakan angkatan ke-4 yang diikuti oleh 50 peserta yang lulus dalam seleksi administrasi dari total 700 peserta yang mendaftar. Seleksi ini dilakukan sebagai upaya memilah dai yang terbukti aktif berdakwah di tengah masyarakat.

Baca Juga Ketua Komisi Dakwah MUI : Gerakan Umat Harus Islahiyyah dan Tersinergikan

"Dilakukan seleksi administrasi karena kita ingin meng-upgrade kompetensi dai -dai yang memang aktif berdakwah di tengah masyarakat," jelas dia

Editor: Eko Fajri