Airlangga Dorong Pondok Pesantren Bersinergi dengan Pemerintah

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Net)

KLIKPOSITIF - Menteri Koordinator ( Menko ) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyambut baik dan mendukung program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yakni Pesantrenpreneur 2021 sebagai rangkaian kegiatan Bulan Pemuda dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda 2021.

"Saya apresiasi kepada Kemenpora yang membuat acara yang luar biasa, mendukung dan menjadikan pondok pesantren menjadi pusat ekonomi kerakyatan," kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengawali sambutannya dalam acara Launching Bulan Pemuda dan Kick Off Pesantrenpreneur Tahun 2021 dengan tema "Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh" di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta Barat, Selasa (28/9) malam.

baca juga: Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Hampir 80 Persen, Presiden: Semoga Bisa Diuji Coba Akhir Tahun

Dalam kesempatan ini, Airlangga Hartarto yang juga Koordinator PPKM Luar Jawa dan Bali mengajak dan mendorong pondok pesantren berkolaborasi dengan pemerintah. Sebab, banyak program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan perekonomian rakyat khususnya yang berbasis pesantren .

"Ada beberapa kegiatan ekonomi yang bisa digulirkan. Kebetulan kami waktu di Kementerian Perindustrian menggulirkan beberapa program antara lain untuk kebutuhan di pesantren misalnya membuat roti untuk tambahan makanan santriwan santriwati, itu bisa diberikan alat untuk membuat roti dan pernah kita bantu untuk pengelolaan sampah," katanya.

baca juga: Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir, Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Capai 35,34 Miliar Dolar AS

"Banyak kegiatan-kegiatan yang bisa dimulai dari kebutuhan internal di pesantren . Nah mungkin itu bisa mulai untuk menjadi cikal bakal untuk menjalankan perekonomian berbasis koperasi," tambahnya.

Airlangga juga mendorong pesantren mengembangkan kewirausahaan sesuai dengan kebutuhan dan lokasi pesantren . Misalnya, dengan membuka mini pom untuk kendaraan bermotor. Untuk masalah modal, saat ini pemerintah memiliki program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 3 persen hingga akhir tahun 2021.

baca juga: Pariaman Terpilih Sebagai Salah Satu Kota Smart City

"Jadi bunganya sangat rendah karena disubsidi pemerintah," pungkasnya.

Airlangga menjelaskan bahwa pada tahun lalu, pemerintah menyiapkan anggatan sebesar Rp190 triliun untuk kredit usaha rakyat. Namun saat ini, anggaran untuk pemulihan ekonomi tersebut ditingkatkan menjadi Rp285 triliun.

baca juga: Politisi NasDem: Jangan Hanya Fokus Penanganan Pandemi Covid-19, Imunisasi Dasar Lengkap Penting

"Ini untuk kita menciptakan sebanyak mungkin pengusaha-pengusaha. Tidak perlu jaminan dan tanpa jaminan, bunga disubsidi pemerintah. Jadi untuk para pemuda tunggu apalagi ini adalah kesempatan terbaik karena pemerintah sedang berkonsentrasi pada Usaha Kecil dan Menengah," jelasnya.

Disamping itu, Airlangga mendorong pesantren ikut mengembangkan literasi digital melalui library digital dan penggunaan komputer dalam berbagai kegiatan termasuk proses belajar mengajar.

"Digitalisasi ini menjadi bagian dari pendidikan apalagi ke depan kita sudah memasuki era digitalisasi," pungkasnya.

Airlangga pun berharap banyak lahir pengusaha-pengusaha muda dari pondok pesantren dan berharap para santriwan dan santriwati yang saat ini belajar di pesantren menjadi pemimpin pada saat Indonesia Emas tahun 2045

"Adik-adik ini akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang akan mengelola Indonesia saat Indonesia Emas di tahun 2045," harapnya.

Menurut Airlangga, saat ini Indonesia menjadi negara G-20 atau negara 20 yang ekonominya terbesar di dunia. Pada tahun 2022 bulan Oktober akan ada serah terima dari Italia ke Indonesia untuk menjadi pemegang presidensi atau kepemimpinan 20 negara terbesar di dunia.

"Indonesia saat ini 15 terbesar ekonomi dunia. Tapi pemerintah sekarang sedang mempersiapkan perencanaan agar di era adik-adik santriwan santriwati di tahun 2045 Indonesia menjadi 5 besar negara terbesar di dunia," ujarnya.

Editor: Eko Fajri