Terjunkan 2 Helikopter Waterbombing, Kebakaran Hutan di Kampar Berhasil Dipadamkan

ilustrasi kebakran di Pessel
ilustrasi kebakran di Pessel (ist)

KLIKPOSITIF - Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar berhasil memadamkan dan melakukan proses pendinginan kebakaran lahan perbukitan dengan luas kurang lebih 4 hektar (Ha) di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar , Provinsi Riau , Minggu (3/10).

" Kebakaran lahan yang berada di areal perkebunan kelapa sawit itu diketahui terjadi pada pukul 12.00 WIB. Akan tetapi, penyebab dari peristiwa itu belum diketahui," tulis Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB , Abdul Muhari, dilansir dari laman BNPB , Senin (4/10).

baca juga: Kemenkes Terbitkan SE, Biaya RT-PCR Hasil Cepat Tidak Boleh Lampaui Tarif Tertinggi

Ia menambahkan, dalam proses pemadaman, TRC bersama tim satgas gabungan lainnya sempat mengalami kendala karena sumber air yang jauh dari titik lokasi kebakaran .

Upaya pemadaman tersebut kemudian mendapat dukungan dari satgas udara dengan mengerahkan dua buah helikopter waterbombing sebanyak 44 kali.

baca juga: Menkeu: Ekonomi Syariah Bantu Pulihkan Dampak Pandemi

Selain melakukan pemadaman tim TRC juga melakukan pendataan sementara terkait kebakaran lahan tersebut. Sementara itu tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan kajian risiko InaRisk Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), wilayah Kabupaten Kampar memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi dalam kaitan kebakaran hutan dan lahan.

baca juga: Soal Ancaman Covid-19 Varian Omnicron, Ini Kata Jokowi

InaRisk BNPB mendata ada sebanyak 21 wilayah kecamatan yang masuk dalam kategori tersebut. Sementara itu, luas risiko lahan mencapai hingga 469.792 hektar.

Melihat dari kajian risiko InaRisk tersebut, BNPB mengimbau kepada pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar mengambil langkah strategis dalam rangka mitigasi dan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti alam dan manusia.

baca juga: Tiga Isu Strategis Untuk Penguatan Zakat Wakaf

Editor: Eko Fajri