Menikmati Festival Seni, di Masa Pandemi

Pengunjung dan seni instalasi yang di pajang di kawasan Taman Budaya Sumbar dalam acara Pekan Kebudayaan Daerah
Pengunjung dan seni instalasi yang di pajang di kawasan Taman Budaya Sumbar dalam acara Pekan Kebudayaan Daerah (Ramadhani)

KLIKPOSITIF - Dinas Kebudayaan Sumatera Barat ( Sumbar ) kembali menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) setelah absen cukup lama. "Terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2012. Alhamdulillah atas dukungan semua pihak pada tahun ini bisa kita gelar kembali," kata Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti.

Menurut Gemala, kegiatan PKD merupakan upaya merawat ingatan tentang segala potensi kesejarahan dan kearifan lokal yang multietnis sebagai upaya mewujudkan ketahanan budaya. "Semoga peristiwa seni ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh komponen masyarakat terutama generasi penerus," katanya.

baca juga: Pemkab Pessel Apresiasi Kiprah PKPS untuk Daerah

Selanjutnya ia menyampaikan PKD Sumbar Tahun 2021 dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 1 hingga 5 Oktober 2021, berlokasi di Taman Budaya dan Museum Adityawarman, dengan tagline merawat ingatan. Dia mengatakan yang akan tampil di Pekan Kebudayaan Daerah Sumbar kali ini, diantaranya etnis Mandailing, Nias, India, Tionghoa dan Mentawai.

Pengunjung menerapkan protokol kesehatan saat menikmati pameran seni rupa
Pengunjung menerapkan protokol kesehatan saat menikmati pameran seni rupa

Tak hanya pameran jalur rempah, festival dan perlombaan antara lain lomba baca puisi, lomba baju kuruang basiba, lomba sipak rago, serta lomba tari piring kreasi juga akan digelar hingga 5 Oktober 2021. "Komunitas-komunitas yang terlibat sudah latihan, lokasi acara sudah disiapkan untuk pekan kebudayaaan seperti taman budaya dan museum Adityawarman," tambahnya.

baca juga: Mahyeldi: Peringatan HBN ke-73 Dimeriahkan Berbagai Kegiatan, Diantarnya Seni Budaya

Gemala Ranti menyampaikan tagline yang diusung dalam PKD tahun 2021 ini adalah "Festival Merawat Ingatan". Makna tagline tersebut, generasi muda jangan sampai lupa sejarah termasuk tentang kebudayaan yang ada di Sumbar . Karenanya, imbuh Gemala Ranti, bahwa Sejarah itu harus terukir dalam seluruh perjalanan bangsa.

Seorang pengunjung berfoto di depan karya seni di galeri di Taman Budaya Sumbar
Seorang pengunjung berfoto di depan karya seni di galeri di Taman Budaya Sumbar

Gemala Ranti menambahkan iven PKD di masa pandemi akan tetap digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. "PKD ini sudah 8 tahun tidak digelar. Kami berharap PKD kali ini membuat para pegiat seni bergerak, jika demikian akan terjadi peningkatan ekonomi," pungkasnya.

baca juga: Emersia Grup Rayakan Milad ke-9 Bersama Penyandang Disabilitas Tanah Datar

Pada kegiatan festival juga dilaksanakan vaksinasi Covid-19 massal secara gratis. Kegiatan ini merupakan upaya Dinas Kebudayaan Sumbar dalam mendukung percepatan program vaksin Covid-19 di Sumbar .

Pengunjung mengenakan masker saat menikmati serangkaian karya seni rupa di Taman Budaya Sumbar
Pengunjung mengenakan masker saat menikmati serangkaian karya seni rupa di Taman Budaya Sumbar

Gemala berharap, momentum PKD tahun 2021 ini dapat menjadi edukasi dan pengingat generasi muda akan budaya dan nilai-nilai luhur yang ada di Sumbar .

baca juga: Semen Padang Kembali Raih Juara 1 Keterbukaan Informasi Publik

Sementara itu, Gubernur Sumbar , Mahyeldi Ansharullah saat membuka secara resmi PKD mengatakan Festival PKD merupakan upaya mengangkat dan menggali potensi budaya yang ada di Sumbar , beserta upaya merawat ingatan tentang eksistensi Kebudayaan lintas generasi dan lintas etnis yang ada di Sumbar melalui tangan-tangan kreatif para seniman. Ia berharap melalui kegiatan PKD dapat memberikan dampak positif bagi para seniman dan budayawan yang terlibat.

Pengunjung dan seni instalasi yang di pajang di kawasan Taman Budaya Sumbar
Pengunjung dan seni instalasi yang di pajang di kawasan Taman Budaya Sumbar

Pengunjung mengenakan masker dan terlihat menjaga jarak saat menikmati pameran seni rupa
Pengunjung mengenakan masker dan terlihat menjaga jarak saat menikmati pameran seni rupa

Editor: Ramadhani