Kemendag Temukan 31.553 Depot Air Minum Tidak Higienis dan Dugaan Pelanggaran Produk Emas

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga

(PKTN), Kemendag menemukan sebanyak 31.553 Depot Air Minum ( DAM ) tidak layak Higienitas Sanitas Pangan (HSP).

baca juga: Turun Lagi, Harga Emas Batangan Hari Ini Rp 926 Ribu Per Gram

"Dari total 60.272 DAM yang tercatat, hanya 28.719 yang layak," kata Direktur Jenderal PKTN Veri Anggrijono dalam paparannya pada diskusi panel Penyuluhan Perlindungan Konsumen, Selasa (12/10).

"Dugaan pelanggaran DAM lainnya meliputi alat ultraviolet (UV) yang sebagian besar melewati batas maksimal pemakaian serta hanya 1.183 yang bersertifikat dan 28.719 yang Layak Higienitas Sanitas Pangan (HSP) dari 60.272 DAM isi ulang yang tercatat. Banyak pula DAM menyediakan galon bermerek dan stok air minum dalam wadah siap dijual yang melanggar ketentuan dan merugikan perusahaan pemilik galon," papar Dirjen Veri.

baca juga: Terpengaruh Rencana The Feds, Harga Emas Dunia Melemah

Veri juga menyebutkan temuan dugaan pelanggaran produk emas , seperti gelang yang ditambah material kabel di dalamnya untuk memanipulasi berat dan perhiasan emas yang dijual dengan kadar emas dan hasil uji kadar emas di bawah yang dijanjikan kepada konsumen.

Selanjutnya dijelaskan pula temuan cincin kuningan berlapis emas yang dijual dengan kadar emas 80 persen

baca juga: Apakah Masuk Angin Termasuk Penyakit atau Kondisi Medis? Ini yang Perlu Anda Ketahui

dan penggunaan material lain (per/spiral) yang dihitung sebagai berat emas di dalam gelang.

Selain terkait isu depot air minum dan emas , Dirjen Veri juga menjelaskan terkait ketidaksesuaian

baca juga: Mengapa Varian Baru Virus Corona Dinamakan Omicron? Ini Penjelasannya

(discrepancy) pengukuran pada distribusi BBM .

"Flowmeter digunakan saat transaksi atau penyerahan BBM ke pihak SPBU . Jika flowmeter tidak ditera, akan menimbulkan kerugian bagi konsumen sekaligus negara," terang Veri.

Veri juga memastikan akan terus menggalakkan pelaksanaan kegiatan perlindungan konsumen. Kegiatan ini meliputi pendidikan usia dini, pembinaan pelaku usaha untuk pemenuhan standar dan pengendalian mutu; pengawasan barang beredar; dan pengukuran dan takaran secara tepat.

"Di samping pelaku usaha yang bertanggung jawab, konsumen yang cerdas, teliti, serta memahami hak dan kewajiban sangatlah dibutuhkan dalam rangka mewujudkan iklim perdagangan yang baik," harapnya.

Editor: Eko Fajri