Pembangunan Replika Surau Tuo di Lezatta Sudah Rampung, Anak-anak Bisa Belajar Tahfiz dengan Gratis

Replika Surau Tuo di kawasan Green House Lezatta Agam
Replika Surau Tuo di kawasan Green House Lezatta Agam (KLIKPOSITIF/Haswandi)

AGAM , KLIKPOSITIF - Green House Lezatta merampungkan pembangunan replika Surau Tuo di lingkungan Green House Lezatta , Koto Hilalang Kabupaten Agam , Provinsi Sumatera Barat.

Tak jauh beda dengan Surau Tuo zaman dulunya, replika Surau Tuo yang diberi nama ' Surau Kayu Al Iqra' ini dibangun dengan berbahan baku papan pada lantai dan dindingnya. Bahkan, sejumlah kaligrafi dan barang-barang kuno ditempatkan di surau ini, agar siapapun yang berada di dalam surau ini akan merasakan nuansa tempo dulu ( klik di sini untuk melihat videonya ).

baca juga: Kesembuhan Meningkat, Kasus Aktif COVID-19 di Agam Tersisa 6 Orang

Surau tuo ini juga dilengkapi dengan sumur yang dibuat mirip seperti sumur tua, serta kolam ikan di sebelah bangunan.

Owner Green House Lezatta , Eliana, menjelaskan sebelum pembuatan Surau Tuo ini, dirinya melakukan berbagai kunjungan ke berbagai daerah di Sumbar, seperti di kawasan Pariaman, Batusangkar dan Maninjau, untuk melihat surau tuo yang ada di daerah tersebut.

baca juga: Mengenal Iis Kuswara, Peracik Jamu Tradisional dari Agam

Setelah itu, baru dibuat konsep pembangunan replika surau tuo . Meski dirancang sendiri dan dibangun dengan biaya sendiri, pembangunan surau yang menelan biaya ratusan juta rupiah itu akhirnya rampung juga dalam waktu kurang dari setahun.

Dari data klikpositif, diketahui pembangunan replika surau tuo ini telah mulai dilakukan pada Desember tahun 2020 yang lalu, tepatnya pada 19 Desember 2021, yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Andri Warman dan Irwan Fikri, yang saat ini menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Agam .

baca juga: Bupati Agam Lantik Jetson Jadi Pj Sekda Agam

Surau ini rencananya akan difungsikan untuk belajar tahfiz bagi anak-anak warga sekitar, dengan kapasitas 60 orang.

Setiap anak yang belajar tahfiz di tempat ini nantinya tidak akan dikenakan biaya alias gratis, sementara tenaga pengajarnya nanti akan direkrut dua orang.

baca juga: Rifa Yanas Dilantik Jadi Ketua FJKIP Bukittinggi

"Jauh-jauh hari sebelumnya, kami telah punya rencana untuk buka sekolah tahfiz, tapi berpedoman pada bangunan-bangunan tempo dulu, agar generasi sekarang bisa mengenal budaya Minang tempo dulu," ujar Eliana.

Pembangunan surau ini juga diharapkan bisa membantu program pemerintah dalam menggiatkan tahfiz di seluruh nagari di Kabupaten Agam .

Selain itu, Surau tuo ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat ibadah bagi pengunjung yang berada di Green House Lezatta .

Editor: Haswandi