Penantian Panjang Juara Piala Thomas Berbuah Manis, Ini Respon Jokowi

Presiden Indonesia Joko Widodo
Presiden Indonesia Joko Widodo (Net)

KLIKPOSITIF - Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China. Puasa gelar dua dekade Merah-Putih di ajang ini berakhir sudah.

Keberhasilan Indonesia kembali merangkul Piala Thomas tersebut juga direspon oleh Presiden Indonesia Joko Widodo melalui cuitannya di media sosial.

baca juga: F1: Setelah 7 Tahun, Alain Prost Tinggalkan Alpine

"Indonesia juara! Piala Thomas akhirnya kembali ke Indonesia setelah penantian 19 tahun lamanya," tulis Jokowi di akun twitternya.

Ia menambahkan, dari tanah air, saya menyampaikan selamat kepada seluruh atlet bulutangkis Indonesia dan para pelatih yang telah berjuang dan mengharumkan nama bangsa di Ceres Arena, Aarhus, Denmark.

baca juga: Kenapa Creatine Digunakan Atlet dan Tidak Termasuk Doping?

Indonesia mengunci gelar juara itu usai Jonatan Christie memenangi partai ketiga di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10) malam WIB. Jonatan mengalahkan Li Shi Feng 21-14, 18-21, dan 21-14.

Indonesia secara total menang 3-0 setelah memenangi dua partai pertamanya, yakni Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan Lu Guang Zu dengan skor 18-21, 21-14, dan 21-16.

baca juga: 80 Tahun Muhammad Ali, Mengenang Salah Satu Legenda Tinju Terhebat Sepanjang Masa

Lalu, dilanjutkan di partai kedua ketika ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menumpas He Ji Ting/Zhou Hao Dong dengan dua gim langsung, 21-12 dan 21-19.

Sebelum ini, Indonesia terakhir kali berjaya di ajang ini pada 2002. Saat itu Taufik Hidayat dkk. mengalahkan Malaysia dengan skor 3-2 di Guangzhou, China. Setelah itu, Indonesia tidak bisa menghentikan dominasi China yang meraih enam gelar dari delapan edisi terakhir.

baca juga: Courtois Tampil Mengesankan Bersama Real Madri, Tersisih dari Ballon d'Or dan The Best FIFA

Indonesia pun jadi negara dengan gelar Piala Thomas terbanyak, yakni 14 trofi disusul China dengan 10 trofi, lalu Malaysia dengan lima trofi, dan Denmark serta Jepang dengan masing-masing satu trofi.

Editor: Eko Fajri