Wagub Sumbar Sebut Belanja Pegawai Akan Naik 2,83 Persen

Wagub Sumbar Audy Joinaldy
Wagub Sumbar Audy Joinaldy (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Tahun 2022 nanti diproyeksikan belanja pegawai meningkat 2,83 persen dari 2021 yang dimanfaatkan untuk gaji CPNS dan P3K, tambahan penghasilan untuk guru daerah terencil dan kenaikan biaya insentif restribusi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy saat menyampaikan Nota Jawaban

baca juga: Wagub Sumbar Minta ASN Tingkatkan Kualitas Diri

Gubernur Sumatera Barat

atas pandangan Umum Fraksi DPRD

baca juga: Ditjen Perumahan PUPR Bangun Rusun Serasa Apartemen bagi ASN Unand

Provinsi Sumatera Barat Terhadap

rancangan Peraturan Daerah Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022 di ruang sidang utama DPRD Sumbar, Kamis (21/10/2021).

baca juga: Sumbar Tetap Siaga Korhutla Walaupun Resiko Rendah

"Kita memberikan jawaban atas semua pertanyaan dari tujuh fraksi di DPRD Sumbar sesuai fakta dan kondisi ril. Jawaban secara tertulis juga sudah disampaikan pada semua anggota," katanya usai rapat.

Ia menyebut pertanyaan fraksi diantaranya berkenaan dengan capaian vaksinasi dan upaya Pemprov Sumbar untuk meningkatkan capaiannya, terkait ekonomi dan angka pengangguran yang meningkat, stunting, pengelolaan dan pemanfaatan BUMD, pendapatan daerah, kenaikan belanja pegawai , pelaksanaan PON Papua dan persoalan lain.

baca juga: Gubernur Dukung Perkebunan Buah Naga di Nagari Kacang Solok

Terkait vaksinasi disebutkan hingga pertengahan Oktober 2021 capaian vaksinasi I masih pada angka 26,71 persen sedangkan vaksinasi tahap II baru 13,49 persen. Hal itu terjadi karena beberapa faktor diantaranya susahnya mendatangkan masyarakat sasaran pada tempat vaksinasi dan persoalan recording data dalam dashboard KPCPEN.

Solusi yang diambil diantaranya pertemuan dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat vaksinasi, rapat koordinasi dengan semua bupati/wali kota serta peninjauan langsung ke lapangan.

Sementara itu program 100 ribu enterpreneur, alokasi APBD 10 persen untuk pertanian, meningkatkan akses permodalan bagi UMKM dan meningkatkan keterampilan UMKM diharapkan bisa menjawab persoalan peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran di Sumbar.

Pemprov Sumbar juga telah mengambil sejumlah langkah konkret untuk mengatasi tingginya angka stunting di daerah itu diantaranya dengan intervensi spesifik dengan pendekatan siklus hidup (1000 hari pertama kehidupan remaja).

Dikatakan juga, Pemprov telah mengambil sejumlah kebijakan untuk meningkatkan pendapatan dan penerimaan daerah salah satunya dengan mengoptimalkan pengelolaan aset daerah.

"Kami menyadari bahwa Nota Keuangan tentang Rancangan APBD Tahun 2022 yang telah disampaikan pada Rapat Paripurna tanggal 14 Oktober

2021 yang lalu dan jawaban atas pertanyaan, penjelasan, saran dan kritikan yang telah disampaikan pada hari ini belum sempurna. Apabila masih perlu disempurnakan tentu akan kita bahas pada tahap pembahasan berikutnya, yaitu melalui rapat kerja Badan Anggaran DPRD bersama TAPD dan SKPD," katanya.

Turut hadir pada acara itu, Wakil Ketua dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Provinsi Sumbar, Sekretaris Daerah, Para Asisten dan Staf Ahli Gubernur serta Kepala SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi Sumatera Barat baik yang hadir secara langsung maupun secara virtual.

Editor: Joni Abdul Kasir