Hadiri Pelantikan DPW PUI Sumbar, Supardi: Semoga PUI Bisa Rekatkan Persatuan yang Mulai Renggang

Hadiri Pelantikan DPW PUI Sumbar, Supardi: Semoga PUI Bisa Rekatkan Persatuan yang Mulai Renggang
Hadiri Pelantikan DPW PUI Sumbar, Supardi: Semoga PUI Bisa Rekatkan Persatuan yang Mulai Renggang (KLIKPOSITIF/ Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Supardi mengatakan, saat ini umat Islam sudah kehilangan idola atau panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu diungkapkan saat memberikan kata sambutan pada Pelantikan Pengurus DPW Persatuan Ummat Islam (PUI) Sumatera Barat periode 2021-2026 di auditorium Gubenuran, Minggu, 24 Oktober 2021.

"Saat ini masyarakat disibukkan dengan persoalan kecil yang dibesar-besarkan dan pesoalan besar yang dianggap kecil. Umat seperti sudah kehilangan idola, dimana ulama dibenturkan dengan sesama ulama. Kemudian pemimpin juga benturkan satu sama lain, sehingga ini bukanlah hal baik yang terjadi saat sekarang ini," katanya saat memberikan sambutan.

baca juga: APBD Sumbar 2022 Ditetapkan

Ia mengatakan, PUI didirikan untuk merekat kembali persatuan yang mulai merenggang kareena politik adu domba yang dilakukan oleh penjajah. "Melihat kondisi hari ini, kehadiran PUI tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat untuk merekat persatuan dan kesatuan umat dengan gerakan-gerakan yang baik bagi masyarakat," jelasnya.

Supardi berharap, dengan dilantiknya DPW PUI Sumbar tahun 2021-2026, doktrin-doktrin yang merusak umat bisa direkatkan lagi. "Sehingga ormas PUI Sumbar bisa merangkul kekuatan-kekuatan besar di Sumbar serta diridhai Allah SWT," tuturnya.

baca juga: Kapolresta Padang Terima Penghargaan dari Ketua DPRD Sumbar

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi dalam sambutannya mengatakan, saat ini perlu kehadiran organisasi keislaman dalam mengirimkan anggota guna mensyiarkan Islam. "Saat ini banyak yang butuh penguatan-penguatan keislaman dalam mengisi kekosongan dan perekat-perekat umat terutama di masa Covid-19, baik dalam bidang ekonomi, sosial, dll," katanya.

Mahyeldi menyarankan agar kepengurusan PUI juga sampai ke tingkat nagari. "Ini karena nagari menjadi tumpuan yang kuat dalam segala bidang untuk pembangunan. Jika nagari sukses, maka ke tingkat kabupaten/kota hingga provinsi juga akan sukses," jelasnya.

baca juga: Ketua DPRD Sumbar Dorong Setiap Daerah Punya Satu Destinasi Wisata Unggulan

Ketua Umum DPP PUI, KH. Nurhasan Zaidi mengatakan, kehadiran PUI semakin menguatkan rasa NKRI, Pancasila dan keislaman kita. "Sehingga kehadiran PUI nantinya sebagai perekat persatuan benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Syuro PUI, Dr.KH. Ahmad Heryawan, Lc., M. Si mengatakan, pelantikan pengurus PUI Sumatera Barat periode lima tahun kedepan diharapkan bisa memberikan sumbangsih yang baik bagi daerah. "Perkuat organisasi ini dengan melakukan kaderisasi sehingga tumbuh besar. Selain itu, PUI juga harus bisa merancang program kerja yang memudahkan umat," jelasnya.

baca juga: Supardi Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Payakumbuh dan Limapuluh Kota

Ketua Umum DPW PUI Sumatera Barat, Hamdanus mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan rapat kerja untuk kepengurusan 2021-2026. "Nantinya kita akan fokus pada kaderisasi dan merancang program-program sosial yang berbasis pada kemaslahatan umat dan pendidikan. Ini jadi fokus kita untuk tahap awal," katanya usai kegiatan.

Pelantikan Pengurus DPW Persatuan Ummat Islam (PUI) Sumatera Barat periode 2021-2026

dilakukan oleh Ketua Umum DPP PUI, KH. Nurhasan Zaidi dengan sebanyak 80 pengurus. Acara pelantikan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, Ketua Majelis Syuro PUI, Dr.KH. Ahmad Heryawan, Lc., M. Si, Ketua Umum DPP PUI, KH. Nurhasan Zaidi, Sekjend DPP PUI, H. Raizal Arifin, Ketua Umum DPW PUI Sumbar, Hamdanus, S. Fil.I, M. Si, Sekretaris Umum DPW PUI Sumbar, Jen Zuldi, SH, pengurus DPW PUI Sumatera Barat, dan anggota lainnya. Pelantikan juga dilakukan secara daring bagi pengurus yang tidak bisa hadir di lokasi acara.

Editor: Fitria Marlina