Maksimalkan Vaksin Setiap Hari, Camat Sutera Monitoring ke Nagari

Forkompimca Sutera saat melakukan monitoring vaksin di nagari-nagari
Forkompimca Sutera saat melakukan monitoring vaksin di nagari-nagari ()

PESSEL , KLIKPOSITIF - Forum Pimpinan Musyawarah Kecamatan (Forkopimca) Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat melakukan monitoring dalam memaksimalkan percepatan vaksinasi setiap hari, di daerah itu.

"Monitoring pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini kami lakukan pada semua nagari di kecamatan ini. Sebab kita memang menargetkan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan setiap hari bisa tercapai maksimal," ungkap Camat Sutera Loli Nofita, di Sutera, Selasa 26 Oktober 2021.

baca juga: Sosialisasi KIP, Sekda Pessel: Informasi Tanpa Literasi Akan Menyesatkan

Diketahui mulai 21 Oktober 2021, Bupati Pessel , Rusma Yul Anwar menginstruksikan seluruh camat untuk menyusun jadwal vaksin di masing-masing nagari melalui camat. Dengan target akhir tahun ini target vaksinasi di Pessel bisa tercapai.

Berdasarkan data vaksinasi Pessel , per 25 Oktober 2021 pukul 12.30 WIB, capaian untuk Kecamatan Sutera vaksinasi I sebanyak 10,5 persen. Vaksinasi II 2,2 persen dan vaksinasi III 0,1 persen dari target 44.785 sasaran.

baca juga: Tahun 2022, Pemkab Pessel Dapat DAK Rp 4,9 Miliar Untuk Pembangunan Irigasi

Menurut Loli, dalam percepatan vaksin ini, ada empat jenis vaksin yang disediakan petugas medis, diantaranya, Sinovac, Pfizer, astrazeneca, dan moderna.

Saat ini, lanjutnya upaya ini telah membuahkan hasil signifikan, diantaranya beberapa nagari yang selama rendah tingkat vaksinnya, kini sudah bisa terkendali dan meningkat.

baca juga: Sekda Pessel: OPD Harus Berinovasi dan Selektif dalam Menyusun Program

"Untuk Nagari Surantih, pada Senin kemarin, berhasil melakukannya kepada 92 masyarakat umum. Jumlahnya, 80 orang vaksin pertama, dan 12 orang vaksin kedua," terangnya.

Dia berharap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dijadwalkan setiap hari jam kerja pada beberapa titik di kecamatan itu, bisa diikuti oleh masyarakat umum.

baca juga: Harga Biji Pinang di Pessel Berfluktuasi, Kini Rp 17 Ribu Per Kilogram

"Sebab melalui divaksin ini, resiko penularan virus Covid-19 akan lebih rendah, serta juga dapat mengurangi dampak lebih besar bila terpapar," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera