Melihat Cara Rutan Rupajang Cegah Pungli, Bikin Grup Whatsapp Bagi Kelurga Warga Binaan

Karutan Rupajang Rudi Kristiawan
Karutan Rupajang Rudi Kristiawan (Klikpositif/Haikal)

PADANG PANJANG , KLIKPOSITIF -- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Tour Tim Pelayanan Publik (Yanlik).

Diketahui Tour Tim Yanlik terdiri dari awak media dan pegawai Kanwil Kemenkumham Sumbar untuk melihat dari titik terdekat pelayanan publik.

baca juga: Buka Vaksinasi, Ratusan Warga Datangi Kantor Wali Nagari Sumpur

Tim dilepas langsung oleh Kakanwil Kemenkumham Sumbar R. Andika Dwi Prasetya dan Tim Yanlik langsung ke Rutan Padang Panjang (Rupajang).

Tim Yanlik langsung disambut Karutan Rupajang Rudi Kristiawan memperlihatkan seluruh layanan yang ada, dimulai dari ruang layanan informasi hingga ruang tahanan.

baca juga: Melaju ke Final Playoff, PSS FC Genggam Tiket Promosi LST 2022

Rudi Kristiawan mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk mencapai wilayah birokrasi bebas korupsi (WBBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

Dalam mencegah perilaku pungutan liar (Pungli) di Rupajang, pihaknya lebih dahulu menekankan kepada petugas agar bekerja lebih baik dan melayani.

baca juga: MTQ ke-39 di Padang Panjang Selasai, Solok Selatan Tuan Rumah ke-40

"Selain itu, kami juga bikin grup WhatsApp bagi keluarga warga binaan (WBP). Jika mereka mengalami hal-hal yang tidak diinginkan dapat menyampaikan di grup ini," katanya, Rabu (27/10/2021).

Ia melanjutkan, Rupajang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda pada tahun 1926 dengan luas 3.224 meter persegi. Saat ini jumlah tahanan berjumlah 158 orang.

baca juga: 8 Desember, Mendag akan Serahkan Sertifikat SNI untuk Pasar Padang Panjang

Masih kata Rudi, dalam hal kesehatan, pihaknya juga menyediakan pojok medis, berupa pelayanan kesehatan bagi masyarakat luar, pengunjung dan petugas.

Pojok medis tersebut gratis tanpa dipungut biaya dengan menyediakan pelayanan kesehatan dasar, penyediaan vitamin dan wajib di minum di tempat serta penyediaan masker.

Editor: Muhammad Haikal