2 Kampus di Sumbar dapat Predikat Perguruan Tinggi Menuju Informatif

Predikat Perguruan Tinggi Menuju Informatif
Predikat Perguruan Tinggi Menuju Informatif (kemenag)

KLIKPOSITIF - Komisi Informasi Pusat (KIP) menggelar Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021. Dalam acara yang disiarkan secara daring tersebut, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Syahid Jakarta) mendapat predikat Perguruan Tinggi Menuju Informatif.

"Alhamdulillah berdasarkan monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan KIP, UIN Syahid berhasil memperoleh predikat menuju informatif dengan nilai 82,09. Tahun lalu, predikat UIN Jakarta berstatus cukup informatif. Jadi peningkatan status ini perlu disyukuri dan diapresiasi, ungkap Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis, Selasa (26/10/2021).

baca juga: Tiga Isu Strategis Untuk Penguatan Zakat Wakaf

Ketua KIP Gede Narayana menuturkan KIP secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap badan publik. Ini dilakukan KIP untuk menilai tingkat kepatuhan badan publik terhadap pelaksanaan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

"Anugerah Keterbukaan Informasi Publik digelar bertujuan agar termotivasinya badan publik dalam melaksanakan UU keterbukaan informasi publik," ungkap Gede Narayana.

baca juga: Ini Ketentuan Biaya RT-PCR yang Hasilnya Selesai Lebih Cepat

Selain itu, 2 universitas asal Sumbar juga dapat predikat yang sama, yakni Universitas Andalas dan ISI Padang Panjang.

ISI Padang Panjang mendapat nilai 82,36, sedangkan Unand mendapat nilai 80,81.

baca juga: Ditjen Perumahan PUPR Bangun Rusun Serasa Apartemen bagi ASN Unand

Adapun kategori badan publik berdasarkan keterbukaan informasi yang dilakukan, dibagi sebagai berikut:

1. Informatif, bernilai 90-100,

baca juga: Lampaui Tiongkok dan Korsel, PMI Manufaktur Indonesia Ada di Level 53,9

2. Menuju Informatif, bernilai 80-89,9,

3. Cukup Informatif, bernilai 60-79,9 (termasuk rendah keterbukaan informasinya),

4. Kurang Informatif (40-59,9), dan

5. Tidak Informatif (0-39,9).

Editor: Eko Fajri