Beredar Informasi Keliru Terkait Vonis Brigadir KS, Ini Klarifikasi Kajari Solok Selatan

Kajari Solsel M Bardan saat press rilis  Rabu, 27/10
Kajari Solsel M Bardan saat press rilis Rabu, 27/10 (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Solok Selatan ( Solsel ) Muhammad Bardan mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial yang menyatakan jika terdakwa Brigadir KSdivonis pasal 338 KHUP. Menurutnya pernyataan itu sangat keliru, karena dalam fakta persidangan terdakwa divonis pasal 354 KUHP.

"Pengadilan Negeri Koto Baru dalam putusannya yang pertama menyatakan terdakwa KS ini tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan primer pasal 338 KUHP. Pada poin berikutnya, menyatakan terdakwa KS terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan berat. Tindak Pidana Penganiayaan berat tersebut ada pada pasal 354 KUHP," ujar Muhammad Bardan, Rabu 27 Oktober 2021.

baca juga: Pembangunan Jalan Poros Abai Solsel Dilaksanakan Tahun 2022 Daliyus : Mari Kita Dukung dan Awasi

Dia berharap masyarakat bisa menyaring informasi yang beredar sebelum membagikannya ke media sosial, sehingga tidak terjadi kesalahan informasi.

"Terkait informasi yang beredar, publik diharapkan bisa menyaring informasi tersebut bahkan kalau perlu ditanyakan langsung ke sumbernya, atau saring dululah baru sharing," katanya.

baca juga: Ucapkan Sumpah Janji Sebagai Wakil Ketua DPRD Solok Selatan, Yendri Susanto : Terima Kasih Kepada Semua Pihak Yang Telah Membantu

Sebelumnya, Brigadir KS divonis 7 tahun penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Koto Baru pada Senin 25 Oktober 2021. Vonis ini lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa 3 tahun penjara.

Brikadir KS yang merupakan anggota polisi di Solok Selatan ini menjadi sorotan, setelah menembak mati buronan judi bernama Deki Susanto pada Selasa 27 Januari 2021 yang lalu.

baca juga: Bahas Jaringan Kelistrikan, PLN Solok Kunjungi Bupati Solok Selatan

Penembakan itu dilakukan di lingkungan rumah Deki Susanto saat lagi kumpul keluarga yang membuat keluarga Deki Susanto menjadi trauma berat. Akibat kejadian itu, banyak warga menjadi murka, lalu menyerang Mapolsek Sungai Pagu Solsel yang membuat kaca kantor di tempat itu menjadi pecah berserakan.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi