BNPB: Presiden Minta Kebutuhan di Bima Cepat Terpenuhi

Banjir Bima
Banjir Bima (Net)

BIMA, KLIKPOSITIF -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) menyatrakan, Presiden RI Joko Widodo, telah mengintruksikan pada pihaknya dan pihak terkait lainnya untuk dapat sesegera mungkin memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana banjir pada Rabu (21/12) dan Jumat (23/12) di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala BNPB Willem Rampangilei, Rabu (28/12) mengatakan, saat ini jumlah pengungsi bencana alam banjir yang terjadi di Bima, masih ada 6.900 jiwa yang tersebar di 33 titik, dari jumlah total sebelumnya yang mencapai 104.378 jiwa.

baca juga: BNPB Prioritaskan Evakuasi Korban Gempa Karangasem dan Bangli

"Untuk melayani pengungsi, dapur umum sudah bertambah menjadi 17 titik dengan kapasitas masak 21.700 bungkus per hari. Mengingat kondisi peralatan rumah tangga masyarakat Kota Bima yang rusak maka BNPB menyerahkan bantuan 1.000 paket bantuan perlengkapan anak, paket sandang, dan perlengkapan keluarga," kata Willem.

Ia menambahkan, paket perlengkapan untuk kebutuhan anak misalnya popok bayi, minyak telon, botol susu, sabun, dan shampoo. Paket sandang berisi pakaian untuk laki-laki dewasa, perempuan dewasa, anak laki dan perempuan. Sedang paket perlengkapan keluarga berisi peralatan kebutuhan keluarga seperti sabun mandi, shampoo, paket P3K, botol air minum, pembalut, handuk, dan lainnya.

baca juga: Penelitian: 85 Persen Umat Manusia Tinggal di Daerah yang Sudah Merasakan dampak Perubahan Iklim

Sehubungan dengan itu, agar kebutuhan masyarakat di daerah itu dapat terpenuhi sesuai intruksi presiden, hari ini BNPB juga mengirimkan 10 ribu lembar sarung untuk diberikan kepada masyarakat terdampak. Kepala BNPB Willem Rampangilei terus di lokasi bencana di Kota Bima untuk mengkoordinir penanganan bencana. Potensi nasional terus memperkuat pemerintah daerah dalam penanganan bencana.

"Sesuai perintah Bapak Presiden RI agar semua kebutuhan masyarakat dipenuhi dengan cepat. Fasilitas publik harus segera berfungsi," jelasnya.

baca juga: Pusatkan Kendaraan Tanggap Darurat Kebencanaan, Pemko Payakumbuh Bangun Hangar Terpadu

Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir juga harus dipercepat. Dampak ekonomi yang ditimbulkan banjir lebih dari Rp 1 triliun. Untuk itu, pemulihannya harus dilakukan bersama kementerian, lembaga, pemda, dunia usaha, dan partisipasi masyarakat. Hari ini rencananya Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berkunjung ke lokasi bencana. "Akan saya laporkan semua kemajuan penanganan serta upaya ke depan," kata Willem.

Bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan. Stok logistik mencukupi hingga tujuh hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada mengingat Januari adalah puncak musim penghujan sehingga potensi banjir masih tetap ada. (*)

baca juga: Terjunkan 2 Helikopter Waterbombing, Kebakaran Hutan di Kampar Berhasil Dipadamkan

Penulis: Eko Fajri