GKB Kembali ke Padangpanjang, Ada Pertunjukan dan Diskusi

Pertunjukan drama Mama di Mana naskah Wisran Hadi oleh Tanah Ombak di Taman Budaya Sumbar
Pertunjukan drama Mama di Mana naskah Wisran Hadi oleh Tanah Ombak di Taman Budaya Sumbar (KLIKPOSITIF)

PADANG PANJANG, KLIKPOSITIF - Gelar Karya Budaya (GKB) kembali ke Padangpanjang. Di Teater Arena ISI Padangpanjang akan tampil dua pementasan. Komunitas Seni Kuflet akan menampilkan 'Kemerdekaan' sedangkan Teater Binggo akan mempertunjukkan Nurani. Keduanya karya Wisran Hadi. Keduanya akan tampil pada pukul 13.00 WIB dan Pukul 14.30 WIB.

"Sudah tiga versi saya menggarap Kemerdekaan. Dan semuanya dengan dramaturgi yang berbeda," komentar sutradara Kuflet, Sulaiman Juned. Pertama dengan lokalitas Aceh, kemudian umum saja susuai dengan kondisi naskah, sekarang denganke-minangkabau-an, imbuhnya.

baca juga: Andre Rosiade Fasilitasi Pemprov Sumbar Temui Direksi BNI Bahas Peningkatan UMKM

Sementara Desi Fitriani menyebut, karya yang digarap kali ini sudah menjalani proses hampir setahun. "Sejak Januari, saya mulai memroses. Beberapa kali terjadi perubahan. Karena saya ingin naskah ini tetap bisa ditonton oleh generasi sekarang," ujarnya. Teater Binggo termasuk pemenang dalam Alek Teater V yang dilaksanakan Taman Budaya Sumbar September lalu.

Usai pementasan juga akan dilangsungkan diskusi. Tampil sebagai pembicara adalah Heru Joni Putra dengan dimoderatori oleh Kurniasih Zaitun. Tema diskusi, selain pementasan juga akan menyinggung soal 'Seniman dan Pandemi'.

baca juga: Jembatan Akses Tiga Korong di Padang Pariaman Rusak Parah, Warga dan TNI Perbaiki Bersama

"Ini tema yang menarik. Saya akan memulai dari situasi saat ini dan akan dikaitkan dengan pementasan," ujar Heru.

Tema yang sama ditampilkan pada bimbingan teknis dan diskusi kemarin (8/11). untuk bimtek Hidayat, SS. M.H tampil sebagai pembicara. Ia mengajak peserta, untuk tidak menyerah dengan keadaan. Tetap berkarya. Anggota DPRD Sumbar itu mengajak mahasiswa untuk menonton pertunjukan agar bisa mengikuti lomba esai. Banyak pertanyaan terlontar dari mahasiswa usai Hidayat memberikan materi. Setidaknya ada 7 pertanyaan dari dua alokasi waktu yang disediakan panitia.

baca juga: Paguyuban Ibu-ibu Permasyarakatan Rutan Sawahlunto Hadiri Puncak Peringatan PIPAS ke-18 di Pantai Kata Pariaman

Sementara Yuhirman, yang menjadi pemateri dalam diskusi menyoal Teater Digital. Walau bukan soal baru, ia menginsyaratkan bagaiaman panggung ini sudah tak terbatas. Ia mulai mengimpikan teater muncul di kafe.

"Dan sebagai dokumentasi, digital menjadi tempat permanen dan abadi,' ujarnya. Materi yang dilontarkan yuhirman mendapatkan sambutan. Setidakanya ada lima pertanyaa dari dua sesi yang disediakan. Misalnya, ada yang menanyakan, kenapa kesenian itu asik?

baca juga: Magistra Indonesia Kupas Trik Penulisan Esai secara Daring, Simak Bahasannya!

GKB tingal menyisakan dua pertunjukan yang akan berlangsung esok (10/11). Teater Batuang Sarumpun Padang dan Teater Selembayung dari Pekanbaru akan jadi penampil.

Editor: Ramadhani