Ketersediaan Darah Masih Minim, PMI Sumbar Upayakan Kerjasama dengan Semua Pihak

Ketua PMI Sumbar, Aristo Munandar
Ketua PMI Sumbar, Aristo Munandar (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia ( PMI ) Sumbar masih terbilang minim bahkan kurang.

Ketua PMI Sumbar, Aristo Munandar mengatakan, sejak Pandemi Covid-19 ketersediaan darah sangat kurang, apalagi pada saat PSBB kondisi ketersediaan darah terbilang gawat.

baca juga: Puncak Kasus Omicron Diprediksi Pertengahan Februari, Begini Penjelasan Pemerintah

"Karena memang semua tidak bisa bergerak. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, PMI minta dukungan pada KOREM, dan ASN melalui Gubernur Sumbar," ujar Aristo Munandar saat ditemui beberapa waktu lalu.

Meskipun tidak terpenuhi semuanya, namun bantuan dari sejumlah pihak cukup membantu ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Untuk saat ini sejumlah daerah sudah mulai melakukan kegiatan donor darah namun tentunya belum maksimal.

baca juga: Uji Klinis Ungkap Vaksin Booster Tingkatkan Imunitas Terhadapi Varian Covid-19

Untuk mencukupi kebutuhan darah , banyak pihak yang telah berkontribusi membantu mulai dari organisasi kemasyarakatan, lembaga-lembaga, Masjid, HTT dan yang lainnya.

"Berkat bantuan banyak pihak kebutuhan darah di masyarakat sudah mulai terpenuhi meskipun belum tercukupi semuanya. Tapi kondisi sekarang sudah lebih baik," kata dia.

baca juga: WHO Rekomendasikan 2 Obat Baru Untuk Mengobati Pasien Covid-19

Terkait rata-rata kebutuhan darah setiap harinya sekitar 750 kantong lebih namun baru terpenuhi sekitar 300 hingga 400 kantong, artinya masih kurang sekitar 60 persenan.

Aristo Munandar mengatakan, tahun ini PMI Sumbar mendapatkan anggaran 4,1 miliar dari Pemprov Sumbar yang akan digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti sarana prasarana dan ketuhanan lainnya yang digunakan untuk masyarakat.

baca juga: Warga Agam yang Sudah Vaksin Capai 62,66 Persen

Begitu juga di kabupaten kota terus berjuang, bisa melalui APBD atau melalui bupati walikotanya dicarikan solusinya. Meskipun di tengah Pandemi saat ini anggaran lebih banyak difokuskan untuk menghadapi wabah Covid-19.

"Bantuan dari pemerintah tentunya bertahap dan sesuai kemampuannya. Namun demikian, PMI kan dibolehkan mencari dukungan anggaran dari pihak lain atau donatur lainnya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Sumbar Hidayatul Irwan mengatakan, saat ini semua tim sudah mulai bergerak melaksanakan donor darah meskipun di tengah kondisi yang masih terbatas.

"Apalagi saat ini kan kampus-kampus atau sekolah belum semuanya beraktivitas. Tapi kami tetap berusaha merangkul semua pihak," ujarnya.

Hidayat menyebutkan kebutuhan darah untuk Padang saja setiap harinya mencapai 300 hingga 400 kantong, karena di Padang banyak rumah sakit, dan banyak juga pasien rujukan dari daerah.

Sementara jumlah Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Sumbar ada lima, satu di Padang, Solok, Pasaman Barat, Tanah Datar dan Bukittinggi. Untuk daerah-daerah lain jika rumah sakit tidak bisa memenuhi kebutuhan darah maka akan disuplay oleh PMI .

Editor: Joni Abdul Kasir