Teken Kesepakatan Bersama, Bawaslu Pessel Rangkul OKP di Pessel dalam Pengawasan Partipasitif Pemilu 2024

Ketua Bawaslu Pessel, Erman Wadison saat meneken pakta kesepakatan bersama OKP dalam menyongsong Pemilu serentak 2024
Ketua Bawaslu Pessel, Erman Wadison saat meneken pakta kesepakatan bersama OKP dalam menyongsong Pemilu serentak 2024 (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL, KLIKPOSITIF- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat rangkul organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dalam pengembangan pengawasan partisipatif pada Pemilu serentak 2024.

Ketua Bawaslu Pessel, Erman Wadison mengatakan, peran OKP dalam pengawasan partisipatif dalam rangka menuju pemilu yang jujur dan berkeadilan serta meningkatkan pengawasan partisipatif menuju pemilu 2024.

"Melalui peran OKP ini, bagaimana kita bisa memaksimalkan Sosialisasi pengawasan Pemilu ke masyarakat secara luas," ungkap Ketua Bawaslu Pessel, Erman Wadison, didampingi Koordinator Sengketa, Arieski Elfandi dalam rapat konsolidasi eksternal Bawaslu bersama OKP di Pessel, Sabtu 20 November 2021.

Tujuan pengawasan partisipatif untuk menjadikan pemilih yang berintegritas membentuk karakter dan kesadaran politik masyarakat, mencegah terjadi konflik serta mendorong tingginya partisipasi publik dalam meningkatkan kualitas demokrasi.

Dalam rapat dan konsolidasi, juga dilakukan pakta kesepakatan bersama antara Bawaslu Pessel dan OKP.

Hadir, pengurus DPD KNPI Pessel, Joni Wal Ardin. Perwakilan gerakan Pemuda Ansor Pessel, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pessel, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pessel.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Korps Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)- Perempuan Pessel, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Al-Ikhlas Painan, BEM STAI Bayang serta Young Milenial Community dan Alumni Sekolah Kader Pengawas Pemilu (SKPP) periode 2020 dan 2021 Pessel.

Selain pengawasan, tentu melalui keterlibatan OKP menyebarkan sosialisasi Bawaslu ke masyarakat, seperti gerakan anti money politik dan gerakan lainnya yang dianggap penting dalam pemilu berkeadilan.

"Karena ketika masyarakat sudah paham tentang pentingnya Pemilu. Maka secara perlahan apa dari tujuan pengawas partisipatif akan terwujud dalam menciptakan pemilu yang berdaulat," terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Pessel, Joni Wal Ardin sebagai perwakilan OKP mengaku, sangat merasa terpanggil dengan kegiatan Bawaslu dalam menciptakan pemilu yang berdaulat melalui pengawasan partisipatif.

Sebab, menurutnya, pengawas partisipas ipatif merupakan tanggungjawab bersama. "Kita siap dalam membantu Bawaslu, karena ini semua tanggung jawab kita bersama. Karena tanpa keterlibatan kita semua, siapa lagi," terangnya.

Baca Juga

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Eko Fajri