Kadis PU Bukittinggi Sebut Proyek Drainase Direncanakan Pemerintahan Sebelum Erman Safar

Ilustasi
Ilustasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Pengerjaan proyek pembangunan saluran drainase primer di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, (depan SMPN 1 hingga Rumah Potong) mengakibatkan masyarakat terganggu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Rahmat AE menjelaskan, proyek senilai 12,9 miliar ini bertujuan mengurangi debit air yang datang dari kawasan hulu batas Kota Bukittinggi, yang berasal dari Kabupaten Agam yaitu Bandar Durian yang masuk ke Saluran di Jalan Sudirman.

baca juga: Kejati Sumbar Proses Laporan LSM Arak Soal Pasa Ateh Bukittinggi

"Drainase ini guna mengalihkan titik crossing air yang selama ini menyebabkan genangan di kawasan Jembatan Besi, Simpang Capella, Masjid Darussalam, kawasan Galiano, dan Pasar Bawah," ungkapnya, dikutip Minggu 21 November 2021.

Disamping itu, kata dia, juga direncanakan untuk menampung air dari Bukit Cangang di samping SMP N 1, Jalan H.Agus Salim, Kawasan Pasar Atas yaitu dari Jenjang Gudang, dari Pasar Lereng, dari Jenjang 40, Jalan Cindua Mato yang akan dihubungkan dengan saluran Primer ini.

baca juga: Pedagang Pasar Bawah Terima Bantuan dari Kemenkop UKM RI

Selanjutnya Rahmat menyampaikan proyek ini direncanakan pada Tahun Anggaran Tahun 2019, dan Proses Perencanaan Detail Design Engineering (DED) dilakukan pada Tahun Anggaran 2020 yang dilaksanakan oleh Bidang Jalan, Jembatan Dan Irigasi Dinas PUPR pada Periode Pemerintahan Wali Kota Ramlan.

"Proyek ini direncanakan dalam Pemerintah Wali Kota Ramlan Nurmatias," ungkapnya.

baca juga: Wali Kota Rayakan Lolosnya PSKB Bukittinggi ke Final Liga 3

Proyek yang telah berlangsung dua bulan ini ditargetkan selesai pada 26 Desember 2021.

Selama pengerjaan, masyarakat maupun pedagang mengeluh soal debu dari bekas galian. Bahkan, pengendara sering celaka saat melintas kawasan ini.

baca juga: Lomba Cipta Menu B2SA digelar, Walikota Erman: Ciptakan Menu inovatif bernutrisi.

Bahkan, Wali Kota Bukittinggi saat ini, Erman Safar mengaku kecewa dengan progres pengerjaannya.

(*/Kominfo)

Editor: Hatta Rizal