Presiden Sebut Investasi Jadi Jangkar Pemulihan Ekonomi

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (net)

KLIKPOSITIF - Presiden Joko Widodo mengatakan investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi Indonesia akibat dari pandemi Covid-19.

"Investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi karena APBN semua negara juga sama-sama memiliki kondisi yang berat," kata Presiden dilansir dari situs resmi pemerintah , 25 November 2021.

baca juga: Kemenag Terbitkan SE Saat Perayaan Natal 2021, Ini Isinya

Jokowi mengatakan seluruh negara memiliki kekhawatiran yang sama mengenai defisit. Jika defisit dikembalikan ke kondisi normal, akan terjadi shock kembali. "Pandemi ini dampaknya betul-betul kemana-mana, ke semua titik ada semuanya. Puluhan ribu triliun direm karena ingin kembali ke defisit yang normal kembali. Ini juga mengkhawatirkan tapi belum ada kalkulasinya," ujar Presiden.

Pandemi Covid-19 menimbulkan ketidakpastian global dan kompleksitas masalah yang saling terkait, sehingga menyebabkan ekonomi hampir di semua negara terguncang. Oleh sebab itu, Presiden mengingatkan seluruh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah perlu bekerja keras untuk bersama-sama mengendalikan pandemi. "Ketidakpastian global yang semua kepala daerah, kepala dinas, semuanya harus mengerti dan mampu mengantisipasi, menyiapkan antisipasinya sebelumnya. Tanpa kita bisa mengendalikan Covid, jangan berharap yang namanya pertumbuhan ekonomi itu ada," kata Presiden.

baca juga: Cegahan 'Stunting', Komisi IX Berharap Adanya Kolaborasi Intitusi Pendidikan

Presiden mengatakan pemerintah tidak bisa terus menerus berfokus kepada APBN, meskipun Menteri Keuangan telah mengelola APBN secara sangat prudent dan hati-hati. "Oleh sebab itu, yang di luar APBN ini harus digerakkan. Kembali lagi, investasi," kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan apresiasi kepada kementerian, lembaga, provinsi, kabupaten dan kota yang mendapatkan Anugerah Layanan Investasi 2021, baik realisasi investasi maupun urusan perizinan. Presiden berharap semua pihak dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik agar investor lebih mudah berinvestasi di Indonesia.

baca juga: Pemerintah Lanjutkan Program PEN di 2022, Anggarannya Rp 414 Triliun

"Belum tentu kita layani dengan baik itu investor akan datang, apalagi tidak dilayani. Berikan pelayanan yang terbaik, baik itu investor kecil, sedang, dan besar. Layani semua dengan baik," ujarnya.

Editor: Ramadhani