Kemenag: Aspek Kesejahteraan Guru Menjadi Program Nasional

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Ali Ramdhani menegaskan bahwa negara patut mengapresiasi dedikasi guru lewat program-program strategis nasional , terutama terkait aspek kesejahteraan guru .

Berbagai kebijakan dan program pun sudah diluncurkan Kementerian Agama. Misalnya, menyediakan Tunjangan Guru (TPG), baik bagi Guru Madrasah maupun Guru PAI pada sekolah, pemberian Profesi Guru PPPK dan GPAI pada tahun 2021-2022, pemberian bantuan insentif guru , serta pembayaran imbalan tukin terhutang tahun 2015-2018 dan program lainnya .

baca juga: Lampaui Tiongkok dan Korsel, PMI Manufaktur Indonesia Ada di Level 53,9

"Pada aspek peningkatan kompetensi, kita telah dan sedang mengupayakan program sertifikasi guru melalui jalur PPG (pendidikan profesi guru ), pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru (AKG), Asesmen Kompetensi Pengawas, Asesmen Kompetensi Kepala Madrasah dan berbagai kegiatan penyelenggaraan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan lain sebagainya," kata Ali Ramdhani saat membacakan sambutan Menteri Agama di Upacara Hari Guru Nasional 2021 di Lapangan Kantor Kementerian Agama Jakarta, Kamis (25/11/2021) pagi.

"Langkah-langkah tersebut gayung bersambut diikuti dengan menguatnya kepedulian dan tumbuhnya cinta pendidik demi terwujudnya generasi cerdas bermartabat," lanjut Ali Ramdahni.

baca juga: Kemenag Terbitkan SE Saat Perayaan Natal 2021, Ini Isinya

Dirjen Pendis berharap tema HGN 2021 yakni Guru Peduli Cerdaskan Anak Negeri tidak hanya berhenti menjadi jargon, tetapi mewujud-nyata dalam ekosistem pendidikan agama dan keagamaan.

"Mari kita laksanakan bersama-sama untuk menggapai cita-cita luhur bangsa, mencerdaskan anak negeri. Guru hebat, siswa cerdas dan madrasah bermartabat," ujarnya.

baca juga: Cegahan 'Stunting', Komisi IX Berharap Adanya Kolaborasi Intitusi Pendidikan

HGN di lapangan Kantor Kemenag pagi itu diawali dengan pengibaran bendera dan diikuti oleh ASN Kementerian Agama dengan menerapkan protokol protokol kesehatan Covid-19.

Editor: Eko Fajri