Hampir Setahun, Kasus di Padang Pariaman Ini Masih Belum Berujung

Lokasi makam syeh Burhanuddin
Lokasi makam syeh Burhanuddin (Rehasa)

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Laporan dugaan kasus pencemaran nama baik serta dugaan perampasan uang makam dan perusakan prasasti di Makam Syeh Burhanuddin yang dibuat oleh Yusabri dengan melaporkan Helmi Tanjung, masih belum berujung.

"Laporan tersebut sudah lama dibuat oleh klien kami tepatnya pada 21 Desember 2020 di Polres Padang Pariaman ," kata kuasa hukum pelapor, Adamsyah pada KLIKPOSITIF , Kamis 25 November 2021.

baca juga: Terbukti Berikan Keandalan, Lokasi Tambak Udang Kembali Jadi Pelanggan Premium PLN

Adamsyah menuturkan, sampai saat ini informasi perkembangan kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak Polres Padang Pariaman .

"Apakah kasus tersebut berlanjut pada upaya restoratif justice kembali dengan mempertemukan antara pelapor dan terlapor sehingga didapatkan perdamaian atau sebaliknya kasus ini berlanjut pada pidana, ini tergantung pada keputusan kepolisian," ungkap Kuasa Hukum itu.

baca juga: Hari Jadi Padang Pariaman ke-189, Audy: Berprestasi dan Kompak

Pihaknya menghormati langkah yang diambil kepolisian. Lebih lanjut Kuasa Hukum itu memohon agar kasus ini tetap berjalan sehingga terlapor tidak mengulangi tuduhan pencemaran nama baik itu.

"Untuk diketahui juga, tidak hanya pencemaran nama baik. Klien kami juga diancam," kata Adamsyah.

baca juga: Sebanyak 9 Orang Pelaku Penganiayaan Pakai Samurai Ditangkap Polisi di Padang Pariaman

Sebelumnya, kata Adamsyah, cara bermediasi sudah dilakukan sebelum cara restorasi Justice berdasarkan surat edaran Kapolri no 2/II/2021.

"Restorasi pertama dilakukan pada tanggal 16 November 2021 di Markas Polres Kabupaten Padang Pariaman . Saat itu saya selaku kuasa hukum meminta dan memohon kepada penyidik agar kembali meminta waktu sampai hari kamis 18 November 2021 untuk melakukan upaya-upaya perdamaian secara musyawarah di tatanan ulayat dan para Ninik mamak," terangnya.

baca juga: Miliki Sabu, Pria di Padang Pariaman Ditangkap Polisi

Hanya saja, kata dia lagi, kesempatan itu tidak diambil oleh pihak terlapor sehingga restorasi saat itu terjadi kebuntuan.

Terpisah, terlapor atas dugaan kasus tersebut bernama Helmi Tanjung saat ditemui KLIKPOSITIF membantah atas seluruh tuduhan pada dirinya.

"Saya selaku terlapor membantah seluruh laporan yang dibuat oleh pelapor itu. Laporan tersebut tidak berdasar sehingga saya merasa dirugikan," ungkap Helmi Tanjung.

Untuk diketahui, kata Helmi lagi, pertama soal mediasi, dia telah memenuhi undangan oleh pihak kepolisian terkait mendamaikan perkara ini.

"Hanya saja pihak mereka (Yusabri) tidak mau berdamai dan hendak melanjutkan laporan tersebut. Lalu kuasa hukum pelapor meminta waktu kepada pihak kepolisian agar dilakukan lagi mediasi secara adat," jelas Helmi.

Nah pada hari mediasi ke dua, sebut Helmi lagi, dia datang bersama Agus M Tanjung datang ke lokasi mediasi.

"Ternyata di sana mereka tidak mendamaikan namun mereka menyampaikan 5 tuntutan yang harus saya penuhi sebagai syarat damai. Mediasi hari itu juga gagal," ungkap Helmi.

Sementara itu terkait laporan pencemaran nama baik yang melaporkan dirinya, Helmi mengungkapkan itu adalah soal spontanitas dirinya.

"Yusabri saat itu mencaci maki 4 orang ulama yaitu Tuanku Mudo Syafruddin, Tuanku Kuniang AlFajri, Tuanku Kuniang Nan Elok, dan Tuanku Mudo Nasrul. Mendengar Tuanku dicaci maki secara spontan saat itu saya merasa emosi dan balas mencacinya," akui Helmi.

Helmi mengatakan, pihaknya beserta 9 Niniak Mamak bersedia menempuh jalan apapun yang diambil pelapor.

Kemungkinan besar Helmi juga akan balas melaporkan Yusabri kepada pihak kepolisian berdasarkan bukti bukti yang telah mereka miliki.

"Kami juga akan balas melaporkan Yusabri dengan bukti bukti yang telah kami peroleh sebelumnya. Secara pribadi saya siap menempuh jalan apa saja," ujar Helmi Tanjung.

Helmi juga mengungkapkan, terkait laporan laporan lainnya yang dibuat oleh Yusabri itu semua bisa dibantah pihaknya. Jika tak menuai damai pihaknya bersedia mengadu data dan alat bukti.

"Saya siap menghadapi kasus ini. Mari kita adu bukti di pengadilan nantinya. Kami juga memiliki dokumen yang lengkap untuk membantah tuduhan serta untuk menjeratnya ke ranah hukum pula," ulas Helmi.

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi