Kisah Nofriyon, Qori Terbaik Tilawah Dewasa MTQN Sumbar 2021

Nofriyon saat melantunkan ayat suci pada MTQN Sumbar ke-39 di Padang Panjang
Nofriyon saat melantunkan ayat suci pada MTQN Sumbar ke-39 di Padang Panjang (Ist)

Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional (MTQN) tingkat Sumatra Barat ke-39 Padang Panjang sudah usai. Kota Padang keluar sebagai jawara, Kota Solok melorot ke posisi 10 bersama Kota Payakumbuh.

Kendati peringkat Kota Solok turun jauh, namun kafilah Kota Beras Serambi Madinah tetap pulang dengan menegakkan kepala. Juara cabang paling bergengsi di MTQN ke-39 Sumbar, Tilawah Dewasa Putra berhasil diboyong.

baca juga: Beraksi di 6 TKP, Pelaku Jambret Dibekuk Tim Polsek Kota Solok

Adalah Nofriyon, S.Iq, imam masjid Agung Al-Muhsinin ini yang menjadi pelipur lara bagi Kota Solok . Dirinya menjadi qori terbaik di cabang tilawah dewasa putra dengan mengalahkan wakil dari Padang Pariaman dan Tanah Datar di final. Menyelamatkan marwah Serambi Madinah di bumi Serambi Mekah.

Kiprah Nofriyon dalam ajang MTQ tidak perlu diragukan lagi. Pria kelahiran 28 Mei 1991 ini memang sudah akrab dengan panggung sejak usia remaja. Kala itu masih menempuh pendidikan di Tsanawiyah Kotobaru.

baca juga: Jadi Kurir Sabu, ASN Ditangkap Polisi di GOR Batu Tupang Solok

"Dulu awalnya sering ikut lomba di lomba di surau atau masjid saat bulan Ramadhan," cerita Nofriyon saat berbincang dengan Klikpositif di Balaikota Solok, Rabu (24/11/2021).

Pada masa itu, dirinya sudah sering juara. Almarhumah Hj. Resfina menjadi guru sekaligus panutan bagi Nofriyon dalam hal membaca Al-Qur'an secara tilawah. Hj. Resfina merupakan Qoriah nasional asal Kabupaten Solok.

baca juga: Lomba Sumdarsin, Wako Solok : Ini Untuk Melindungi Masyarakat

Setamat Tsanawiyah Kotobaru, Anak pasangan Abdurrahman (alm) dan Nurcaya ini kemudian melanjutkan ke MAN Kota Solok . Semasa di sekolah ini, kehidupan Nofriyon juga tidak bisa dilepaskan dengan seni baca Al-Qur'an.

"Mulai ikut lomba di Kota Solok tahun 2007, sampai akhirnya juara tingkat Kota Solok di cabang tilawah tingkat remaja waktu itu," kenangnya.

baca juga: Miris, Dua Pelajar SD di Kota Solok Dicabuli Ayah Tiri

Singkat cerita, selesai mengenyam pendidikan di MAN Kota Solok , Nofriyon memutuskan kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Pendidikan Ilmu Al-Qur'an (STAI PIQ) Sumbar tahun 2014.

Berbekal ijazah dan prestasi, Nofriyon memilih untuk mengabdi di Kota Solok sebagai pegawai kontrak bagian Kesra. Sejak 2015, sembari mengabdi menjadi imam di Masjid Agung Al-Muhsinin Kota Solok .

Juara yang Tertunda

MTQN tingkat Sumbar tahun 2019 di Kota Solok cukup prestisius. Kota Solok sebagai tuan rumah berhasil masuk 5 besar. Peringkat tertinggi sepanjang sejarah Kota Solok di ajang tingkat Provinsi.

Namun berbeda cerita dengan Nofriyon yang turun perdana di cabang tilawah dewasa waktu itu. Dirinya hanya berada di peringkat belasan lantaran lupa membaca satu ayat saat lomba.

Sedih bercampur bahagia. Di satu sisi dirinya belum bisa menjawab harapan yang diamanahkan di pundaknya sebagai kafilah, disisi lain, juga bahagia karena Kota Solok masuk lima besar.

"Waktu itu lupa membaca satu ayat saat lomba, jadi tidak masuk final," ungkapnya mengingat momen MTQ di Kota Solok dua tahun silam.

Waktu itu, banyak pihak memprediksi, Nofriyon layak masuk final karena kekhasan suaranya. Mungkin sudah memang jalannya, juara yang tertunda.

Kegagalan bukanlah akhir perjuangan, tapi jika dikelola dengan baik akan menjadi motivasi dalam perubahan. Dalam kurun dua tahun terus berlatih, mempersiapkan diri untuk MTQ ke-39 di Padang Panjang.

Dukungan keluarga juga tidak berhenti mengalir. Memang pernah terlintas untuk berhenti dalam kejuaraan MTQ, namun semangat dari lingkungan kerja dan keluarga seakan menjadi modal terus berusaha.

Motivasi itu kian kuat kala Nofriyon mempersunting Mutiara Kurniati, gadis asal Lansek Manih, Sijunjung. Persis tiga bulan jelang MTQ Padang Panjang.

"MTQ Padang Panjang momen yang sangat berharga, selain dukungan keluarga dan juga doa, sudah bertekad untuk memberikan yang terbaik. Kalau tidak tembus juga, mungkin pensiun," sebutnya.

Dukungan Wali Kota Solok , H. Zul Elfian dan Wakil Wali Kota Dr. Ramadhani Kirana Putra bersama kafillah turut mengantarkan Nofriyon menjadi juara di MTQ Padang Panjang.

Setidaknya, walaupun secara peringkat Kota Solok turun, namun cabang paling bergengsi berhasil diboyong ke Kota Solok . Nofriyon bahkan didapuk untuk membaca Al-Qur'an dalam penutupan yang dihadiri langsung Wako Solok. Bangga.

Bonus, Tuan Rumah dan Umroh

Wali Kota Solok , H. Zul Elfian memberikan bonus khusus bagi kafilah yang berhasil juara 1 pada MTQ Nasional tingkat Sumbar di Padang Panjang. Ada tiga orang kafilah yang bakal diumrohkan tahun 2022 mendatang, termasuk Nofriyon.

"Sebagai bentuk apresiasi, Pak Wali langsung menyediakan bonus umroh bagi juara 1, selain bonus pembinaan bagi seluruh kafilah yang menjadi juara," terang Kabag Kesra Kota Solok , Heppy Darmawan.

Selain bonus umroh, Nofriyon juga diberikan bonus oleh penyelenggara MTQ senilai Rp40 juta. Awalnya berupa umroh, namun karena pandemi dan pertimbangan lainnya, maka bonus diberikan dalam bentuk non tunai.

Penghargaan bagi qori tilawah dewasa terbaik Sumbar tidak hanya datang dari penyelenggara dan pemerintah daerah. Masyarakat Padang Panjang bahkan ikut memberikan bonus.

"Pemilik pemondokan kafilah Kota Solok ikut memberikan bonus dengan nilai cukup besar, beliau memang sosok yang sangat peduli. Bahkan anak-anak yang jadi muadzin dan imam di masjid dekat pemondokan juga diberi bonus berupa uang," tutur Heppy Darmawan.

Secara bonus daerah, Kota Solok termasuk yang terkecil memberikan bonus bagi kafilah MTQ Padang Panjang, juara 1 Rp 15 juta. Belum seberapa jika dibanding Kota Padang yang menyiapkan bonus Rp 40 juta bagi juara 1 perorangan. Wajar, APBD Kota Padang besar.

Setidaknya, perbandingan ini jadi pertimbangan untuk mengikis di masa mendatang. Selain sebagai bentuk penghargaan, juga sebentuk motivasi walaupun sebagian besar diantara mereka tidak berlomba karena uang, tapi untuk mensyiarkan kitab suci Al-Qur'an.

Diluar cerita juara dan bonus, Nofriyon tetaplah seorang yang sederhana. Sehari-hari menjalankan tugas sebagai staf di bagian kesra, menjadi imam Sholat di Masjid Agung dan mengajar anak-anak MDA.

Menjadi juara MTQ tingkat Sumbar membuka jalan baru untuk berkiprah di ajang nasional. Tahun depan, MTQ Nasional ke-40 bakal digelar. Semoga bisa dipercaya menjadi wakil Sumbar dan kembali juara.

Editor: Syafriadi