Kejari Payakumbuh Tak Tutup Kemungkinan Adanya Tersangka Baru Terkait Dugaan Korupsi Penyimpangan Dana COVID-19

Kejari Payakumbuh, Suwarsono didampingi Kasi Pidsus Satria Lerino dan Kasi Intel Robby Prasetya.
Kejari Payakumbuh, Suwarsono didampingi Kasi Pidsus Satria Lerino dan Kasi Intel Robby Prasetya. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Payakumbuh tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka baru terkait dugaan korupsi penyimpangan dana COVID-19 di Kota Payakumbuh .

Pada Kamis (25/11) sore, pihak Kejari Payakumbuh telah menetapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Payakumbuh , BKZ sebagai tersangka pertama dalam dugaan korupsi tersebut.

baca juga: Tim Basket Kota Payakumbuh Tersingkir Dari Perbasi Cup II di Padang

"Kita terus melihat indikasi-indikasi selanjutnya atau perbuatan yang masih melibatkan adanyanya orang lain. Tindak pidana korupsi ini tidak dilakukan sendiri, melainkan bersama-sama," kata Kasi Pidsus Satria Lerino pada ketika mendampingi Kajari Payakumbuh Suwarsono saat memberikan keterangan pers di kejari setempat, Kamis (25/11).

Ia mengatakan ke depannya pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Satria menegaskan, untuk menetapkan seseorang tersangka minimal harus mempunyai dua alat bukti. Akan tetapi dalam kasus dugaan penyimpangan dana COVID-19 tahun 2020, pihaknya sudah memiliki empat alat bukti.

baca juga: Selain Varian Omicron, 4 Jenis Virus Corona Lain Juga Diwaspadi

"Jadi tidak ada keraguan bagi kami untuk nanti membuktikannya di persidangan," tegasnya.

Dia juga mengimbau pihak-pihak untuk dapat mendukung kerja-kerja Kejari dalam mengusut kasus tersebut.

baca juga: Peneliti Yakin Vaksin yang Sudah Beredar Masih Efektif Lawan Varian Omicron

"Ke depannya ini tidak menjadi pemberitaan yang gaduh, tapi lebih ke arah bagaimana nanti dijadikan pembelajaran. Untuk menggunakan anggaran, khusus COVID-19 agar lebih berhati-hati," pungkasnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat