Awal Desember, Penerangan Indonesia - Arab Saudi Secara Langsung Mulai Bergulir

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Penerbangan dariIndonesia terhitung mulai 1 Desember 2021 bisa langsung menuju Arab Saudi . Keputusan ini tercapai setelah Otoritas penerbangan Arab Saudi , General Authority of Civil Aviation (GACA) memperbarui aturan penerbangan internasionalnya.


"Alhamdulillah, jelang kepulangan kunjungan kerja dari Arab Saudi , saya mendapat informasi resmi bahwa mulai pukul satu dini hari, pada Rabu, 1 Desember 2021, warga Indonesia sudah diperbolehkan masuk ke Arab Saudi tanpa perlu melalui negara ke-3 selama 14 hari," ujar Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dilansir dari situs resmi, Minggu 28 November 2021.

baca juga: Jokowi: Indonesia Berada dalam Fase Penting Pemulihan Ekonomi

Menag menekankan agar pelaku perjalanan untuk mematuhi segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh otoritas Saudi terkait. "Tidak lagi ada persyaratan booster, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menjalani karantina institusional selama lima hari. Ini harus dipatuhi dan menjadi perhatian bersama," katanya.

Selain Indonesia, ungkap Yaqut, terdapat lima negara lain yang juga mendapat izin masuk Arab Saudi . Kelima negara tersebut adalah Pakistan, Brazil, India, Vietnam, dan Mesir. Larangan terbang atau suspend diberlakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan sejumlah negara lainnya sejak Februari 2021. Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021. Penerbangan dari Indonesia diperbolehkan langsung tetapi hanya dikhususkan bagi orang-orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi , baik mukimin atau ekspatriat.

baca juga: BBM Premium Hilang Dipasaran, Komisi VII: Data Ini Menggelitik

"Semoga ini juga akan menjadi kabar baik buat jemaah umrah Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021. Semoga jemaah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ke Tanah Suci. Namun, harus disiplin protokol kesehatan sesuai ketentuan Arab Saudi ," ujarnya.

Menag Yaqut menyampaikan apresiasi atau respons cepat dari otoritas Arab Saudi atas sejumlah pembahasan yang dilakukannya beberapa hari ini di Jeddah dan Mekah, baik dengan Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Syekh Abdullatif bin Abdulaziz, Gubernur Mekah Khalid bin Faisal Al Saud, maupun Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah.

baca juga: Komisi X DPR Harap Ada Kebijakan Agar Guru PPPK dapat Diperbantukan ke Sekolah Swasta

"Dalam tiap kesempatan, saya sampaikan kepada mereka tentang kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Bersama tim Kemenag sudah saya minta untuk menyusun skenario dan teknis penyelenggaraan yang akan dibahas bersama dengan Wakil Menteri Urusan Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia Dr. Abdulfatah Suliman Hashat bersama jajarannya," katanya.

Editor: Ramadhani