Buka Seminar Hasil Penelitian Sejarah dan Budaya Kerajaan Jambu Lipo, Gubernur: Penting Bagi Generasi Muda

Seminar Penelitian Sejarah Kerajaan Jambulipo
Seminar Penelitian Sejarah Kerajaan Jambulipo (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dinas Kebudayaan Sumatera Barat (Sumbar) merilis hasil penelitian atau riset sejarah dan budaya Kerajaan Jambu Lipo, Rabu (1/12) di Hotel Bumiminang, Padang.

Dalam tajuk Festival Kerajaan Jambu Lipo Jambu Lipo Ranah Godok Obuih.

baca juga: Serahkan Bantuan untuk Masjid Ummi Makhtum Sijunjung, Andre Rosiade Pandeka Minang di Kancah Nasional

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan dinas kebudayaan tersebut. Apalagi kegiatan ini berkaitan dari hasil penelitian sejarah dan budaya Kerajaan Jambu Lipo.

"Kegiatan ini penting bagi generasi muda mengenali sejarah dan budaya yang ada di Sumbar," kata Mahyeldi saat membuka secara resmi kegiatan Seminar Hasil Penelitian Sejarah dan Budaya Kerajaan Jambu Lipo.

baca juga: Tertarik dengan Jali-jali UMKM Sijunjung, Andre Rosiade Siap Fasilitasi jadi Anak Asuh BUMN

Selain itu, kegiatan ini bisa dijadikan momentum untuk menjadi daya tarik baru wisatawan untuk berkunjung.

"Maka dari hal itu, mari kita jadikan momentum ini sebagai suatu daya tarik wisatawan yang tidak hanya saja berdomisili di Sumbar, tapi dari luar provinsi tentunya. Jadi dari hal itu, mari masyarakat Sijunjung kita jaga tradisi ini," bebernya.

baca juga: Berkat Andre Rosiade, Tower Telkomsel Dibangun di Nagari Pulasan Sijunjung

Ia berharap ke depannya, daerah Sijunjung dapat ditata dengan rapi oleh masyarakat di sana. Sehingga dapat memajukan wisata Jambu Lipo Ranah Godok Obuih.

"Itu berfungsi untuk daerah Sijunjung agar didatangi oleh wisatawan atau tamu-tamu luar. Mari kita jaga dan rawat bersama," tuturnya.

baca juga: Gubernur Sumbar: Desa Adat Penjaga Adat dan Tradisi Minangkabau

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar, Hidayat mengatakan, Festival Kerajaan Jambu Lipo Ranah Godok Obuih dengan segenap keberagaman kegiatan budaya di dalamnya, termasuk penelitian sejarah oleh para ahli yang berkompeten, sebagai langkah awal membuka lebih luas perspektif masyarakat, utam.anya generasi penerus Jambu Lipo agar paham nilai-nilai sejarah, sosial, budaya, dan asal usulnya.

"Kerja ini tujuannya agar generasi muda dan penerus Kerajaan Jambu Lipo dan Nagari Lubuak Tarok agar memahami warisan budaya, nilai-nilai sejarah, dan sosialnya. Selain itu, kita berharap Kerajaan Jambu Lipo jadi perhatian nasional. Dan itu saya kira sudah terjadi," terang Hidayat.

Ketua Tim Peneliti Sudarmoko, SS, MA, Ph.D, menyebutkan hingga hari ini Kerajaan Jambu Lipo yang berada di Nagari Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung , Sumbar masih melakukan aktivitas, memiliki struktur dan perangkat, wilayah, benda dan simbol kerajaan yang mendapat pengakuan dari masyarakat dan pihak luar.

"Berdasarkan observasi di lapangan, mengunjungi lokasi-lokasi penting yang terkait dengan Kerajaan Jambu Lipo, dilakukan diskusi dan wawancara mendalam dengan daerah-daerah rantau kerajaan di Dharmasraya dan Solok Selatan, lalu pelacakan referensi yang tersedia, terdapat sejumlah temuan penting berkenaan dengan Kerajaan Jambu Lipo ini," jelasnya.

Lebih lanjut Sudarmoko menambahkan, tidak diragukan lagi bahwa Kerajaan Jambu Lipo merupakan sebuah kerajaan yang telah berdiri cukup lama, dengan tinggalan berwujud material dan non-material yang masih dapat ditemui.

Selain itu, kerajaan-kerajaan yang masih ada seperti Kerajaan Jambu Lipo ini memiliki arti penting bagi masyarakat, khususnya yang menjadi bagian dari kerajaan tersebut.

Menurutnya, prosesi Rajo Manjalani Rantau melalui penelitian ini menunjukkan bahwa prosesi ini merupakan salah satu mata rantai yang penting dalam menjaga keberlangsungan kerajaan Jambu Lipo, terutama dalam hal menjaga hubungan antara pihak kerajaan dengan masyarakat dan juga daerah-daerah rantau yang memiliki hubungan-hubungan khusus dan kuat dengan kerajaan.

"Hal ini menjadi penting karena dengan adanya dukungan sosial budaya inilah narasi kerajaan, dan juga narasi-narasi yang terkait, dapat bertahan dalam ruang dan waktu yang lebih lama," jelasnya.

Kendati begitu, dalam penelitian sejarah dan eksistensi Kerajaan Jambu Lipo ini, ada beberapa bagian yang masih perlu ditelusuri lebih dalam antara lain sejarah, dan kajian arkeologis.

"Maka itu penelitian ini perlu pendalaman lebih lanjut terkait dengan sejarah yang memerlukan penelitian lebih komprehensif, pengujian dan kajian arkeologis terhadap tinggalan-tinggalan yang ada. Juga perlu kajian sosiologis dan antropologis terhadap masyarakat, daerah, dan lembaga-lembaga terkait, kajian bahasa, dan kajian terhadap lingkungan," pungkasnya.

Selain Sudarmoko, peneliti lain yang terlibat dalam riset ini adalah Dr. Nopriyasman, M.Hum, Dr. Ivan Adilla, M.Hum, dan Hary Efendi Iskandar, SS.

Dalam seminar itu, Hasil penelitian sejarah dan budaya Kerajaan Jambu Lipo ini akan ditanggapi Prof. Ahmad Syafi'i Maarif, Ph.D (ulama dan cendekiawan Indonesia dan tokoh masyarakat Sijunjung ), Prof. Dr. Novesar Jamarun (Rektor ISI Padang Panjang dan tokoh masyarakat Sijunjung ), Prof. Dr. Ir. Raudha Thaib, MP (Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat dan Pewaris Kerajaan Pagaruyung), Drs. Syafruddin Datuak Sanggono, Hidayat, SS, MH (anggota DPRD Sumatera Barat dan tokoh masyarakat Sijunjung ), Benny Dwifa Yuswir, S.STP, M.Si (Bupati Sijunjung ), dan Hasril Chaniago (jurnalis senior Indonesia).(Rilis)

Editor: Muhammad Haikal