Sosialisasi KIP, Sekda Pessel: Informasi Tanpa Literasi Akan Menyesatkan

Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik
Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Mawardi Roska mengatakan, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam keterbukaan informasi publik.

"Kita membuka informasi publik seluas luasnya kepada masyarakat, termasuk generasi milenial dengan memanfaatkan semua media informasi," terangnya saat membuka Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik di Kantor Bupati Pessel , Kamis 2 Desember 2021.

baca juga: Kisruh Camat Lengayang, Pemkab Pessel Masih Non Aktif-kan Oknum Camat Secara Lisan

Dalam sosialisasi, hadir Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat, Arif Yumardi dan Kepala Dinas Kominfo, Junaidi.

Peserta yang hadir, dari unsur KNPI, Pemuda Pancasila, PWI dan organisasi kemahasiswaan. Sosialisasi bertemakan Peran generasi milenial dalam keterbukaan informasi publik.

baca juga: Proyek Batang Lumpo, Warga Minta Dinas SDA Provinsi Tuntaskan Sesuai Target

Mawardi Roska mengingatkan generasi milenial harus memiliki kemampuan literasi yang tinggi dalam menyikapi keterbukaan informasi dewasa ini." Informasi tanpa literasi akan menyesatkan bahkan bisa menjadi hoax," katanya.

Menurutnya, kemampuan literasi penting, agar mampu memproduksi informasi yang berkualitas dan tidak hanya sekedar meneruskan informasi dari pihak lain.

baca juga: Dewas Tolak RKP 2022 Direksi PDAM Pessel, Ini Alasannya

Lanjutnya, untuk mampu menjadi produsen informasi generasi milenial harus melek teknologi informasi dan menguasai informasi.

Sementara, Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat, Arif Yumardi yang tampil sebagai narasumber, mengemukakan peran generasi muda sangat diharapkan untuk menangkal berita hoax di tengah-tengah masyarakat.

baca juga: Baru Dilantik Awal Januari 2022, Masyarakat Unjukrasa Desak Camat Lengayang Pessel Mundur

Menurutnya, kecanggihan teknologi media sosial mendominasi informasi dimanapun dan kapanpun dan semua itu dibutuhkan kemampuan literasi agar tidak terlibat sebagai penyebar hoax.

"Hati hati dengan jejak digital, apapun yang diupload tidak akan pernah hilang, makanya kita harus pahami substansi informasi yang akan dishare," katanya.

Generasi milenial harus menyadari apa yang dishare akan berdampak bagi pribadi masing masing. " Makanya generasi milenial harus bijak dalam bermedia sosial," katanya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi