Tingkatkan Ketahanan Adat dan Budaya, Dinas Kebudayaan Gelar Workshop ABS SBK

Ketua DPRD Provinsi Sumbar Supardi
Ketua DPRD Provinsi Sumbar Supardi (Istimewa)
PADANG, KLIKPOSITIF - Untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan Adaik Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS SBK), Dinas Kebudayaan Sumbar menggelar workshop dengan tema Pewarisan Kearifan Lokal Pada Generasi Muda Menuju Ketahanan Adat dan Budaya .

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Gemala Ranti mengatakan, dinas kebudayaan merupakan salah satu instansi penunjang dalam pencapaian misi kedua Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yaitu "Meningkatkan Tata Kehidupan Sosial Kemasyarakatan Berdasarkan Falsafah Adaik Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah".

baca juga: Mahyeldi Dukung Taksonomi Hijau Indonesia yang Diluncurkan Jokowi

Dimana salah satu program Gubernur dan Wakil Gubernur yang sesuai dengan tupoksi Dinas Kebudayaan yaitu melakukan pembinaan terhadap generasi muda untuk melestarikan warisan budaya Adaik Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS -- SBK).

Di tahun pertama kepemimpinan Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy, Dinas Kebudayaan langsung bergerak untuk percepatan pencapaian misi kedua tersebut, salah satunya melalui kegiatan hari ini.

baca juga: Sumbar Targetkan Produksi Padi 1.5 Juta Ton di Tahun 2022

"Sasaran kegiatan yang dilaksanakan saat ini yaitu Rang Mudo dari Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh," ujar Gemala Ranti.

Dia menyampaikan, Dinas Kebudayaan juga telah menyelesaikan sebuah buku pedoman pengamalan ABS -- SBK yang disusun oleh para pakar pada tahun 2019 lalu. Ia yakin bahwa kehadiran dokumen ini merupakan tonggak sejarah penting dalam perjalanan perkembangan kebudayaan Minangkabau yang berintikan Adaik Nan Sabana Adaik, Nan Tak Lapuak Dek Hujan -- Nan Tak Lakang Dek Paneh, Jikok Diasak Indak Layua -- Jikok Dibubuik Indak Mati, Adaik Basandi Syara' -- Syara' Basandi Kitabullah, Adaik Bapaneh -- Syara' Balinduang, Syara' Ka Ganti Nyawa -- Adaik Ka Ganti Tubuah, Syara' Mangato -- Adaik Mamakai, Syara' Nan Lazim -- Adaik Nan Qawi, Adaik Babuhua Sintak -- Syara' Babuhua Mati.

baca juga: Gubernur Berharap Pemda Lahirkan Kebijakan Penanganan dan Pengelolaan Sampah

Pada workshop kali ini Dinas Kebudayaan menghadirkan beberapa orang narasumber hebat yang kompeten di bidangnya, pertama Supardi yang merupakan Ketua DPRD Provinsi Sumbar dengan materi "Tantangan Generasi Muda Dalam Mewarisi Kearifan Lokal di Era Global", kemudian Buya Gusrizal Gazahar yang merupakan seorang Ketua MUI Sumbar dengan materi "Filosofi Adat Basandi Syara' -- Syara' Basandi Kitabullah".

Selanjutnya D. Emeraldy Chatra, M.I.Kom, yang merupakan akademisi dengan materi "Tradisi Bacarito Sebagai Pembentukan Karakter Masyarakat Minangkabau", dan

baca juga: Audy Optimis, 2022 Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Capai 5 Persen

Angku Yus Datuak Parpatiah yang merupakan tokoh masyarakat Sumbar dengan materi "Metode dan Praktek Pidato Pasambahan Adat Minangkabau", serta

Vembi Fernando, ST yang merupakan CEO Info Sumbar dengan materi "Pentingnya Industri Kreatif Dalam Pelestarian Adat dan Budaya ".

"Kami yakin dan percaya, semua narasumber tersebut mampu menyampaikan materi-materi tersebut untuk mencapai tujuan dari workshop ini," tuturnya.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, dimulai dari tanggal 3 Desember dan berakhir pada tanggal 5 Desember 2021 di Perkampungan Adat Balai Kaliki Kota Payakumbuh. Peserta merupakan generasi muda yang berasal dari Kab. Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh yang berjumlah 50 (lima puluh) orang.

Selama pelaksanaan, semua peserta akan difasilitasi berupa akomodasi, penggantian transportasi hingga mendapatkan sertifikat sebagai tanda telah mengikuti kegiatan bimtek ini. Dia juga sudah menyampaikan kepada pihak ketiga yakni komunitas perkampungan adat Balai Kaliki agar memenuhi unsur -- unsur protokol covid-19 selama pelaksanaan seperti penyediaan tempat cuci tangan, pengaturan jarak di dalam ruangan dan penggunaan masker.

Selaku Kepala Dinas Kebudayaan , Gemala Ranti mengharapkan kepada seluruh Rang Mudo agar fokus dalam mengikuti kegiatan hingga selesai, mematuhi protokol kesehatan dan bersama-sama melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau yang menjadi fokus pada kali ini yakni ABS -- SBK.

Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan pendidikan moral dalam falsafah Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) pada generasi muda akan mencegah terjadinya kasus kriminal seperti pencurian, kekerasan seksual, narkoba dan lainnya.

"Pendidikan moral kepada generasi muda untuk mengantisipasi kasus-kasus yang bisa mencoreng ABS-SBK, salah satunya kekerasan seksual pada anak dibawah umur," kata dia saat membuka Workshop pengamalan nilai-nilai Adat Basandi Syarak (ABS) Syarak Basandi Khitabullah (SBK), di Balai Kaliki Payakumbuh, Jumat

Menurut dia bicara masalah budaya mesti berkaitan generasi muda dan sesuai dengan kondisi sekarang banyak perbuatan-perbuatan yang tidak pernah terjadi di tengah masyarakat namun terjadi.

"Tentunya ini berkaitan dengan penurunan moral," katanya.

Ia mengatakan Sumbar dihebohkan dengan pemberitaan kekerasan seksual terhadap anak-anak dibawah umur, bahkan perbuatan menyimpang itu melibatkan seorang kakek kepada cucunya.

"Secara agama itu sangat dikutuk, bahkan binatang tidak mau melakukan hal itu. Harus ada langkah-langkah strategis dalam membangun moral, jika tidak ada upaya upaya strategis dalam pendidikan moral, entah kasus menyimpang apa yang akan terjadi pada Sumbar di masa depan," jelasnya.

Dia berjanji akan mengupayakan merehab arsitektur bangunan Balai Kaliki ini untuk menegaskan sebagai tempat destinasi kebudayaan . "Dengan keuangan daerah mungkin belum bisa, hanya untuk iven saja, namun anggaran pusat bisa dioptimalkan untuk pembangunan," tutupnya.

Editor: Joni Abdul Kasir